Ekonomi

Mengawali Bulan Maret 2021, Bagai Mana Penggerak Rupiah..?

Administrator
Hand Over
MATATELINGA, Jakarta: Ekonom Bank Mandiri, Reny Eka Puteri, menyampaikan, pada esok hari akan ada rilis data inflasi dalam negeri yang diperkirakan masih akan stabil. Ekonom Bank Mandiri ini memperkirakan inflasi Indonesia pada Januari akan tumbuh stabil di kisaran 0,09%.






Mengawali perdagangan awal Maret 2021, pergerakan rupiah pada Senin (1/3) akan dipengaruhi oleh rilis data inflasi dari dalam negeri. Selain itu, kelanjutan sentimen paket stimulus Amerika Serikat (AS) juga akan menjadi katalis bagi rupiah.


"Dengan data inflasi yang terjaga, rupiah berpotensi sedikit mendapat dorongan penguatan. Apalagi, tekanan eksternal imbas kenaikan yield US Treasury sepertinya juga akan mulai mereda," kata Reny kepada Kontan.co.id, Jumat (26/2).


Senada, analis Monex Investindo Futures, Faisyal juga meyakini inflasi akan menjadi katalis penggerak rupiah. Namun, ia ragu data inflasi akan memberi pengaruh yang signifikan terhadap rupiah. Menurutnya, sentimen eksternal masih akan menguntungkan dolar AS.


"Pasar sepertinya masih akan diselimuti euforia terhadap lanjutan stimulus AS yang kemungkinan besar akan diloloskan oleh DPR AS. Apalagi, pasar sebelumnya juga telah mengabaikan statement Powell yang bilang The Fed akan tetap jaga suku bunga rendah," sebut Faisyal.






Oleh karena itu, Faisyal memperkirakan rupiah masih akan cenderung melemah dan diperdagangkan pada rentang Rp 14.200 - Rp 14.325 per dolar AS. Sementara Reny cukup yakin rupiah akan menguat terbatas dan bergerak pada kisaran Rp 14.150 - Rp 14.230 per dolar AS.


Adapun, pada perdagangan Jumat (26/2), rupiah di pasar spot ditutup melemah 1,07% ke Rp 14.235 per dolar AS. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah juga membukukan kinerja yang serupa. Mata uang Garuda ini ditutup di level Rp 14.229 per dolar AS atau melemah 0,89%.

Penulis
: Mtc
Editor
: Amrizal
Sumber
: ktn
Tag:matatelinga.commatatelinga comberita terkiniblibliIndexKurs RupiahPeregerakan rupiahTerkiniTraveloka

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.