Ekonomi

Kilau Emas Berjangka Kian Terus Berkilau ke Level Psikologis USD1.800

rizky
GOOGLE
Ilustrasi
MATATELINGA. Jakarta - Emas menguat karena dolar mundur setelah kenaikan inflasi AS yang lebih lambat dari perkiraan menyebabkan ketidakpastian atas jadwal Federal Reserve AS untuk mengurangi stimulus moneternya (tapering). Harga emas kembali menguat menembus level psikologis USD1.800 pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi Wib).



Data inflasi dapat memperkuat pandangan bahwa Fed mungkin akan memperlambat langkah-langkah dukungan ekonomi dan mempertahankan suku bunga rendah. Suku bunga yang lebih rendah menurunkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.


"Melesetnya (data AS) ini adalah kabar baik untuk emas, karena membuat pengumuman tapering September dari Fed lebih kecil kemungkinannya," kata Ed Moya, analis pasar senior di broker OANDA.


Baca Juga:Indeks Dolar Jatuh Terhadap Sekeranjang Mata Uang

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 8,9 sen atau 0,37%, menjadi ditutup pada USD23,885 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun USD18,8 atau 1,96% menjadi ditutup pada USD938,7 per ounce.


Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, melonjak USD12,7 atau 0,71%, menjadi ditutup pada USD1.807,10 per ounce.



"Emas sedang mempermainkan level 1.800 dolar AS per ounce menyusul data inflasi AS yang sedikit lebih lemah dari perkiraan," kata Suki Cooper, analis logam mulia di Standard Chartered Bank, menambahkan "latar belakang makro tetap kondusif untuk kenaikan harga lebih lanjut."


Penulis
: Mtc/Okz
Editor
: Rizky
Tag:harga emasHarga Emas Berjangka NaikMatatelingaTerkini

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.