Ekonomi

Kenaikan Suku Bunga The Fed, Harga Minyak Melemah Hingga 2%

rizky
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA. New York - Harga minyak tertekan kekhawatiran investor atas kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed yang lebih cepat dari perkiraan. Hal ini menekan pasar-pasar berisiko seperti ekuitas, sementara dolar menguat. Harga minyak melemah hingga 2% pada akhir perdagangan Senin.



Saham-saham jatuh sementara dolar naik ke level tertinggi dua minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada Senin (24/01/2022), terangkat oleh ketegangan antara Rusia dan Barat atas Ukraina dan kemungkinan sikap yang lebih hawkish dari The Fed minggu ini.


Ketegangan di Ukraina telah meningkat selama berbulan-bulan setelah Rusia mengumpulkan pasukan di dekat perbatasannya, memicu kekhawatiran gangguan pasokan di Eropa Timur.

Baca Juga:Bobby Nasution Kukuhkan Pengurus Persatuan Wartawan Unit Pemko Medan

Di Timur Tengah, Uni Emirat Arab mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik Houthi yang menargetkan negara Teluk itu pada Senin (24/01/2022) setelah serangan mematikan seminggu sebelumnya.


Eskalasi lebih lanjut dari situasi di Ukraina dan Timur Tengah "membenarkan premi risiko pada harga minyak karena negara-negara yang terlibat - Rusia dan UEA - adalah anggota penting OPEC+," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch.



Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret turun USD1,62 atau 1,8% menjadi USD86,27 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret jatuh USD1,83 atau 2,2% menjadi USD83,31 per barel.


Kedua harga acuan minyak telah naik untuk minggu kelima berturut-turut minggu lalu, melonjak sekitar 2,0% untuk mencapai level tertinggi sejak Oktober 2014. Sedangkan harga minyak naik lebih dari 10% sepanjang tahun ini di tengah kekhawatiran atas pengetatan pasokan dan OPEC+ sekarang berjuang untuk mencapai target kenaikan produksi bulanan 400.000 barel per hari.



Saham-saham Wall Street merosot, setelah pekan lalu membukukan minggu terburuk sejak 2020, menarik aset-aset berisiko lainnya seperti minyak mentah.


"Semuanya dibawa ke gudang kayu (wood shed) dan gudang kayu adalah tempat yang cukup ramai," kata Mitra Again Capital Management, John Kilduff, seperti dikutip dari Okezone, Selasa (25/01/2022).


Relative Strength Index, ukuran sentimen pasar jangka pendek, hingga Senin (24/1/2022) diperdagangkan pada level yang dianggap sebagai indikasi koreksi jangka pendek dalam minyak.


"Gambaran besar, kami percaya minyak akan naik lebih tinggi dalam jangka panjang, tetapi dalam jangka pendek kami telah overbought dan dijejali risiko geopolitik," kata Flynn.

Penulis
: Mtc
Editor
: Rizky
Tag:harga minyakHarga Minyak MelemahMatatelingaTerkini

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.