Ekonomi

Isunya Semakin Kencang, Benarkah Sembako Bakal Kena Pajak? ini Faktanya

rizky
GOOGLE
Ilustrasi
MATATELINGA. Jakarta - Isu fakta Sembako Bakal Kena Pajak kian terus mencuat di telinga publik. Masyarakat harus bersiap-siap karena setidaknya ada 11 sembako yang akan dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN).



Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdulah menjelaskan, pada ketentuan di pasal 44E RUU KUP ayat 1, menyebutkan ketentuan ayat (2) dan ayat (3) pasal 4A diubah.


Dalam draft RUU KUP yang baru, Pasal 4A ayat (1) telah di hapus, kemudian pada ayat (2) yang mengatur beberapa jenis barang yang tidak dikenai pajak pertambahan nilai, juga menghapus point (a) dan (b).


Baca Juga:PLN UIW Sumut Menjelaskan Tujuan Sistem Manajemen Anti Penyuapan

Saat ini Pemerintah sudah mengajukan draft RUU KUP kepada DPR RI sebagai Program Legislasi Nasional (Prolegnas) yang di dalamnya juga akan mengatur perpajakan terhadap bahan pokok.


Bahan pokok yang akan dikenakan pajak itu menurut RUU KUP merupakan barang dibutuhkan oleh rakyat banyak.



Menurut Rusli, UU Cipta Kerja menyebutkan barang-barang kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh rakyat banyak merupakan jenis barang yang tidak dikenakan pajak, sebagaimana dimaksudkan dalam point (b) yang telah dihapus pada RUU KUP.


Mengacu pada penjelasan pasal 112 UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, yang dimaksud barang pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak, meliputi:


1. Kedelai


2. Beras


Penulis
: Mtc/Okz
Editor
: Rizky
Tag:MatatelingaPajak SembakoSembako Bakal Kena PajakTerkini

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.