Ekonomi

Ini Pemicu IHSG harus Tergelincir ke Zona Merah

Administrator
mtc|net
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

MATATELINGA, Jakarta: Pada perdagangan Jumat (20/11), IHSG melemah 0,40% atau turun 22.403 poin ke level 5.571,66 di pasar spot.

Usai menguat beruntun dalam beberapa hari terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus tergelincir ke zona merah pada perdagangan kemarin.

Berdasarkan RTI, IHSG bergerak dari zona hijau ke zona merah sepanjang perdagangan dengan level terendah 5.563,65 dan level tertinggi 5.628,44.

Analis Pasar dari Sucor Sekuritas Hendriko Gani menjelaskan, hari ini IHSG melemah karena adanya aksi profit taking setelah IHSG mencapai resisten 5.613 dan menutup gap yang ditinggalkan pada bulan Maret lalu.

Meski demikian, dalam sepekan terakhir, IHSG masih mencetak penguatan hingga 2,03%. Sejumlah data ekonomi dalam negeri yang dirilis minggu ini turut menjadi penggerak IHSG.

Selain itu, pelaku pasar juga merespons positif keputusan Bank Indonesia (BI) yang memangkas suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI7-DRRR) sebesar 25 basis poin menjadi 3,75% pada Kamis (19/11).

“Dari eksternal, penguatan IHSG minggu ini masih disebabkan oleh berita klaim efektifnya vaksin corona dari beberapa perusahaan di Amerika Serikat,” jelas dia.

Untuk perdagangan Senin (23/11), ia memprediksi IHSG masih berpotensi bergerak mixed dengan kecenderungan melemah di suport 5.549 dan resisten 5.613. Adapun sentimen terkait perkembangan vaksin Covid-19 masih akan jadi penggerak IHSG. Menurutnya, berita terkait perkembangan vaksin akan memberikan efek cukup lama.

Hendriko memberi saran untuk investor agar dapat melakukan buy on weakness pada saham-saham yang terkoreksi dan memanfaatkan koreksi tersebut.

Analis Pasar dari MNC Sekuritas Herditya Wicaksana juga sependapat. Ia bilang, koreksi yang terjadi pada IHSG hari ini cukup wajar karena sudah menguat dalam lima hari perdagangan dan pelaku pasar melakukan aksi ambil untung.

Menurutnya, kenaikan IHSG dalam sepekan pun masih in line dengan target kami secara teknikal di area 5.600. Pada hari ini rilis neraca transaksi berjalan pada kuartal III-2020 mencetak surplus sebesar US$ 1,0 miliar juga terbilang baik.

Herditya menambahkan, penguatan IHSG sebesar 2,03% dalam sepekan didukung oleh beberapa hal, seperti penguatan bursa global. Yang mana disebabkan oleh harapan akan keberhasilan vaksin Covid-19.

“Selain itu ada penguatan nilai tukar rupiah, kemudian rilis data ekonomi Indonesia seperti trade balance yang baik,"

"Turunnya 7DRRR ke 3,75%, CAD surplus serta penguatan harga komoditas yang juga berpengaruh ke emiten-emiten berbasis komoditas di IHSG,” pungkas dia.

Penulis
: wewend
Editor
: Amrizal
Sumber
: kontan
Tag:berita terkiniihsgIndeks Harga Saham Gabungan (IHSGsahamblibliTraveloka

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.