Ekonomi

Indeks Nasdaq dan S&P 500 Tertekan, Wall Street Ditutup Beragam Pada Akhir Perdagangan

rizky
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA, New York - Indeks Nasdaq dan S&P 500 turun di tengah realisasi Federal Reserve yang agresif meningkatkan suku bunga untuk menjinakkan kenaikan harga konsumen, meski inflasi kemarin mengalami penurunan. Bursa saham AS, Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Kamis.



Sebuah laporan terpisah dari departemen itu menunjukkan indeks harga produsen (IHP) AS turun 0,5% pada Juli. Ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan kenaikan 0,2%.


Penurunan IHP meningkatkan taruhan di pasar berjangka bahwa Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada September, bukannya 75 basis poin seperti yang diperkirakan pada awal pekan.


Baca Juga:Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan Kapolres Sergai Pimpin Rakor

S&P 500 dan Nasdaq melonjak lebih dari dua persen pada Rabu (10/08/2022) setelah data harga konsumen yang lebih lemah dari perkiraan. Tetapi para pembuat kebijakan telah meninggalkan sedikit keraguan bahwa mereka akan memperketat kebijakan moneter sampai tekanan inflasi benar-benar mereda.


Dengan pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda pelemahan karena jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran naik untuk minggu kedua berturut-turut, Nasdaq berbalik lebih rendah karena investor mempertanyakan kekuatan ekonomi.



Adapun saham perbankan memperpanjang reli mereka dengan Goldman Sachs dan JPMorgan Chase & Co masing-masing terdongkrak 1,1% dan 1,5%.


Saham-saham dengan pertumbuhan tinggi yang telah reli pada Rabu (10/08/2022) jatuh, dengan Tesla Inc merosot 2,6% dan Amazon.com Inc jatuh 1,5%.


Penulis
: Mtc
Editor
: Rizky
Tag:MatatelingaTerkiniWall StreetWall Street Ditutup Beragam Pada Akhir Perdagangan

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.