Ekonomi

IHSG Ditutup Melemah 0,95% di Level 5.979,07.

Administrator
Hand Over

MATATELINGA, Jakarta: Perdagangan di sesi penutup 30 Desember 2020 ini berakhir di zona merah, yang disebabkan oleh aksi profit taking menjelang libur panjang tahun baru. Pada hari bursa terakhir di tahun 2020, IHSG ditutup melemah 0,95% di level 5.979,07.

Lalu, bagaimana nasib IHSG pada 2021 nanti? Kemudian, apa saja torehan prestasi Bursa Efek Indonesia pada 2020? Okezone telah merangkum beberapa fakta menarik, Jakarta, Minggu (3/1/2021).

1. Investor Akan Memantau Perkembangan Vaksin

Research Analyst MNC Sekuritas Catherina Vincentia berpendapat investor ingin memantau perkembangan selanjutnya dari vaksin dan sentimen global lainnya, sehingga lebih memilih untuk reserving cash.

2. Sejumlah Hal yang Harus Diwaspadai Investor

Cathy menjelaskan, investor perlu mewaspadai hal-hal berikut dalam menyambut tahun 2021 mendatang, yaitu: 1) Distribusi dan efektivitas vaksin yang apabila ternyata di bawah ekspektasi, serta perkembangan mutasi virus COVID-19 yang lebih buruk dibandingkan dengan saat ini; 2) Realisasi pertumbuhan ekonomi dan kinerja emiten yang berada di bawah estimasi analis dan pasar; 3) Implementasi omnibus law; 4) Bencana alam yang disebabkan oleh perubahan iklim yang ekstrim, di mana hal ini menjadi faktor yang berada di luar kendali.

3. Beberapa Sektor yang Perlu Dicermati untuk Tahun 2021

Cathy memaparkan beberapa sektor yang perlu dicermati untuk tahun 2021 antara lain: 1) Perbankan masih menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan IHSG dikarenakan bobot terhadap IHSG yang sangat dominan mencapai 38%; 2) Sektor Telekomunikasi dinilai positif seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat yang saat ini banyak menggunakan layanan online, serta banyaknya aksi M&A;

3) Sektor pertambangan logam terutama nikel yang menjadi proxy green economy yang sangat berkorelasi erat dengan pengembangan EV; 4) Sektor Perkebunan CPO, dimana di tengah masa pandemi saja, harga CPO mengalami peningkatan di level MYR3.600 per mt dan diyakininya dapat terus meningkat ke level RM4.000/mt di awal 2021.

4. Pasar Modal Indonesia Pada Tahun 2021 Akan Cenderung Sideways

Tim Riset MNC Sekuritas memprediksi pasar modal Indonesia pada tahun 2021 akan cenderung sideways mengingat sentimen vaksin yang sudah "priced-in" di pasar.

“Kami estimasikan IHSG akan berada pada level 6.320 yang merupakan base case, dan bull case berada pada level 7.221 untuk tahun 2021,” tutup Cathy.

5. Tutup Perdagangan 2020, IPO Indonesia Tertinggi se-Asean

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, nilai IPO pasar modal Indonesia mencapai Rp5,28 triliun dan harus terus ditingkatkan.

Penulis
: Mtc
Editor
: Amrizal
Sumber
: Okz
Tag:berita terkiniihsg melemahblibliIndexperekonomianTerkiniTraveloka

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.