Ekonomi

Harga Minyak Mentah Berhasil Rebound Tipis

Administrator
mtc|net

MATATELINGA, Tokyo: Harga minyak sudah anjlok 4% karena banjir pasokan dan pembatasan yang dilakukan sejumlah negara di Eropa yang dikhawatirkan kembali menekan permintaan.Harga minyak mentah berhasil rebound tipis pada awal perdagangan hari ini. Sebelumnya,

Pada perdagangan Jumat (30/10) pukul 08.00 WIB,Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Desember 2020 juga naik 0,2% ke US$ 36,23 per barel.

Harga minyak jenis Brent untuk kontrak pengiriman Desember 2020 naik 5 sen menjadi US$ 37,70 per barel. Pada sesi sebelumnya, Brent ambles 3,8%.

Di bulan ini, harga minyak WTI sudah turun sekitar 10% dan minyak Brent diperdagangkan mendekati level terendah sejak akhir Mei 2020.

Walau kembali menguat, harga minyak acuan masuk dalam penurunan bulanan terbesar sejak Maret 2020. Ini terjadi setelah lonjakan kasus virus corona di Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Lonjakan kenaikan infeksi virus corona di AS terlihat di bagian Midwest, yang kembali cetak rekor.

Sementara itu, Prancis dan Jerman sepakat untuk kembali memberlakukan sejumlah pengetatan guna menghambat penyebaran virus corona.

Namun di saat yang sama, produksi minyak Libya yang lebih besar ke pasar menambah beban harga bagi si emas hitam ini.

Libya saat ini memproduksi 680.000 barel per hari dan mengharapkan produksi meningkat menjadi 1 juta barel per hari dalam beberapa minggu mendatang, kata sumber minyak Libya.

Volatilitas harga minyak diperkirakan semakin dalam jelang pemilu presiden AS yang berlangsung pada pekan depan.

Sementara itu, OPEC dan sekutunya, bersama-sama dikenal sebagai OPEC+, berencana mengurangi pengurangan produksi pada Januari 2021 dari 7,7 juta barel per hari (bph) yang dilakukan saat ini menjadi sekitar 5,7 juta barel per hari.

OPEC+ dijadwalkan bertemu pada 30 November dan 1 Desember untuk menetapkan kebijakan.

Penulis
: wewend
Editor
: Amrizal
Sumber
: reuters
Tag:berita terkiniHarga minyak mentahMinyak MentahOPECTerkiniblibliTraveloka

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.