Ekonomi

Dalam Tiga Hari, Harga Emas Cenderung Stabil

Administrator
Hand Over
ilustrasi

MATATELINGA, Jakarta: Dalam tiga hari perdagangan terakhir, harga emas cenderung stabil setelah sempat melonjak pada awal pekan. Harga emas menguat tipis setelah kemarin turun.

Harga emas spot berada di US$ 1.916,02 per ons troi, menguat 0,11% ketimbang harga penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.913,95 per ons troi, Jumat (8/1/2020) pukul 7.14 WIB. Sedangkan harga emas kontrak pengiriman Februari 2021 di Commodity Exchange berada di US$ 1.916,50 per ons troi, menguat 0,15% ketimbang harga kemarin pada US$ 1.913.60 per ons troi.

Harga emas turun setelah melonjak di awal pekan karena imbal hasil US Treasury bertenor 10 tahun yang naik ke atas 1%. Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pun menguat dari level terendah dalam 2,5 tahun terakhir.

Harga emas tergelincir sebanyak 2,5% setelah mencapai level tertinggi sejak 9 November pada hari Rabu lalu, karena imbal hasil Treasury AS 10-tahun melonjak lebih dari 1% untuk pertama kalinya sejak Maret. Imbal hasil yang lebih tinggi menyebabkan, "Pelarian untuk mengamankan uang keluar dari pasar emas," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures kepada Reuters.

Indeks dolar rebound dari level terendah multi-tahun, membuat emas kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Tapi, prospek stimulus fiskal menahan penurunan harga emas lebih lanjut.

Kemenangan Demokrat dalam putaran kedua Senat AS memicu ekspektasi inflasi karena investor menaikkan taruhan untuk lebih banyak stimulus fiskal. Kongres AS mensertifikasi kemenangan Presiden terpilih Joe Biden. "Kemenangan ganda Demokrat di Georgia meningkatkan ekspektasi dukungan stimulus yang lebih besar dan belanja infrastruktur yang lebih tinggi," kata Analis Standard Chartered Suki Cooper.

Cooper menambahkan bahwa ekspektasi inflasi yang lebih tinggi akan mendukung momentum kenaikan emas. Di sisi teknis, emas tidak lagi berada di wilayah overbought dan US$ 1.965 per ons troi adalah level resistensi utama.

Cooper menambahkan, support jangka pendek harga emas berada di sekitar US$ 1.894 per ons troi. Logam mulia dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang kemungkinan dipicu oleh langkah-langkah stimulus yang meluas.

"Akan ada lebih banyak sisi negatif untuk dolar, dan itu juga akan menjadi bullish untuk emas," kata analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff.

Penulis
: Mtc
Editor
: Amrizal
Tag:matatelinga.commatatelinga comblibliharga beli emasharga emasharga emas stabilIndexpenjualan emasTerkiniTraveloka

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.