Matatelinga - Jakarta, Pemerintah dalam renegosiasi kemarin mampu menaikan besaran gas tanggu yang diimpor ke negeri Tiongkok itu hingga besaran USD8 per mmbtu. Kenaikan tersebut memberikan potensi penerinmaan negara setiap tahunnya mencapai Rp12 triliun atau sekitar Rp250 triliun hingga tahun 2034 mendatang.
Calon Presiden (capres) nomor 1 Prabowo Subianto memuji capaian pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait capaian renegosiasi harga gas tangguh dengan perusahaan gas asal Tiongkok, Fujian.
"Saya mau mengucapkan terima kasih kepada SBY, sejak 1 Juli berhasil tanda tangan gas tangguh dari kontrak yang merugkan Indoneisa dan bisa memebrikan penerimaan Rp250 triliun," tutur Prabowo dalam debat final capres-cawapres di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (5/7/2014).
Pada kesempatan yang sama, cawapres nomor 2 Jusuf Kalla menyatakan bahwa tidak ada yang spesial dari capaian tersebut, mengingat isi kontrak dengan Fujian memang menetapkan setiap 4 tahun ada renegosiasi soal harga gas tangguh.
"Itu kan dalam kontraknya memang begitu, bahwa setiap 4 tahun ada renegosiasi," tukasnya.
(Okz/Mt)