Bola

Kampanye Parpol di Tolak pelatih Timnas U-19

Administrator
Matatelinga - Jakarta, Masa
kampanye terbuka telah dimulai sejak 16 Maret 2014 lalu, dan akan
berakhir pada 5 April mendatang. Sudah menjadi rahasia umum kalau hampir
seluruh partai politik menggunakan sosok terkenal saat melakukan
kampanye. Mulai dari aktris, penyanyi hingga atlet.

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, menolak jika ditawari
untuk mengikuti kampanye salah satu partai politik. Pelatih 51 tahun itu
mengaku tidak tertarik berkecimpung di dunia politik.

Belakangan,
semakin banyak mantan atlet yang berkecimpung di dunia politik. Mulai
dari Yayuk Basuki (tenis), Moreno Soeprapto (balap), Pino Bahari (tinju)
hingga ke mantan pelatih Timnas Indonesia, Nil Maizar, ramai-ramai
mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.

Keberadaaan Timnas
U-19 juga sempat dimanfaatkan salah satu calon anggota legislatif
(caleg) jelang pertandingan melawan PSIS Semarang, 14 Februari 2014
lalu. Ketika itu, dalam tiket pertandingan Timnas U-19 melawan PSIS
terdapat foto sang caleg.

Indra mengaku tidak latah untuk
berkecimpung di dunia politik. Mantan pemain PSP Padang itu juga
mengatakan akan menolak jika ada tawaran mengikuti kampanye salah satu
partai politik.

"Jadi juru kampanye? Saya tidak mau. Nanti Timnas
U-19 akan terbengkalai. Lagipula, politik bukan bidang saya. Belum ada
tawaran politik. Apa pun itu kondisinya saya tetap ingin di dunia
sepakbola," tegas Indra.

Indra juga akan menerapkan peraturan
yang ketat untuk para pemainnya. Dengan demikian, Evan Dimas dan
kawan-kawan bisa tetap fokus dalam menjalani masa latihan dan tidak
terpengaruh dengan tawaran di luar kewajiban mereka. "Fokus kami adalah
lolos ke Piala Dunia U-20," tegas Indra.

(Vnc/Mt-01)

Tag:

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.