Berita Sumut

Warga Binaan Tanjung Gusta Dianiaya Sipir, KONTRAS : Usut Tuntas Kasusnya dan Proses Hukum Pelakunya

Administrator
Mtc/ist


Katanya lagi, dalam kacamata kami, apa yang diutarakan di video viral tersebut bukan sekedar penganiayaan. Tapi itu sudah masuk dalam kategori PENYIKSAAN. Sebab praktek kekerasan yang dialami oleh orang tersebut justru terjadi saat ia berada dalam 'penguasaan' negara.



Dalam hal ini berada dalam lembaga pemasyarakatan. Maka demikian itu memenuhi unsur penyiksaan. Secara defenisi, penyiksaan bisa kita rujuk melalui pasal 1 UU 5/1998, pasal 1 angka (4) UU 39/1999, pasal 9 huruf (f) UU 26/tahun 2000.


Sebagai informasi, hak bebas dari penyiksaan itu merupakan hak asasi yang tak bisa dikurangi dalam situasi apapun.



" Isu penyiksaan dalam lapas ini sebutulnya bukan persoalan baru, dan sudah jadi rahasia umum. Untuk itu, kiranya peristiwa ini bisa jadi momentum yang tepat untuk segera meratifikasi Oprational Prosedur Convention Anti Torture (OPCAT).


Agar upaya pencegahan penyiksaan dan penghukuman yang tidak manusiawi bisa segera mempunyai payung hukum yang lebih jelas. Sekaligus melengkapai CAT yang sudah lebih dulu kita ratifikasi melalui UU No 5 Tahun 1998,"pungkas Kordinator KONTRAS Sumut. Terkait hal ini informasi yang diterima oleh awak media, besok Senin 20 September 2021, OMBUDSMAN Sumut akan memanggil pihak Lapas Tanjung Gusta. (Suriyanto )

Penulis
: Suriyanto
Editor
: Amrizal
Tag:TerkiniIndexlapas tamjung gusata medanmatatelinga.commatatelinga compenyiksaan nafirutan tanjunggusta medan

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.