Berita Sumut

Terkait Keributan di Polsek Percut Seituan, Novieritani Dipanggil Ke Siepropam Polrestabes Medan

Faeza
Mtc/ist
MATATELINGA, Percut- Terkait keributan di Polsek Percut Seituan pada tanggal 19 April 2021, dimana seorang ibu hamil atas nama Deasy Natalia (33) Sinulingga dan ibunya Novieritani Br Lumban Tobing (56) datang dan melakukan keributan di Polsek Percut Seituan dengan berteriak-teriak dan melempari halaman Polsek Percut Seituan dengan menggunakan batu akibat kesal, setelah laporan bernomor LP/2254/X/2020/SPKT Percut Sei tuan dengan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh mantan suami Deasy dilaporkan ke Polsek Percut Seituan tak ada perkembangannya.


Hal ini lah yang menyebabkan Novieritani emosi dan peristiwa keributan tersebut sempat viral di media sosial dan tersiar di televisi.


"Iya ada datang tadi kerumah kami (30/4) siang dari Propam Polrestabes Medan untuk menyerahkan surat panggilan untuk meminta kami datang pada hari Selasa, tanggal 4 Mei 2021, pukul 10.00 WIB ke Kantor Siepropam Polrestabes. Kami diminta untuk memberikan klarifikasi atas peristiwa itu,"sebut wanita lanjut usia yang mengidap kanker serviks stadium 4," ucapnya.



Lanjutnya lagi, peristiwa itu sebenarnya saya tidak ada niat untuk melempar Polsek Percut Seituan, saya melakukan hal itu karena merasa kesal sebab laporan penganiayaan anak saya ( Deasy ) sejak 28 November 2020 belum juga ada perkembangan. Saya dan anak saya sudah mencoba mencari keterangan dengan mencoba menjumpai Pak Kapolsek, AKP Janpiter Napitupulu namun lama kali kami nunggu.


"Pas itu dibilang Polisi, ada tamu bapak ( kapolsek) kami disuruh nunggu, ya kami tunggu, tapi beberapa waktu kemudian masuk lagi tamu pak Kapolsek setelah tamu pertama' keluar, begitu terus sampai beberapa kali. Akhirnya saya lihat pak Janpiter mau keluar ruangan, disitulah saya jumpai dan menanyakan kasus anak saya, "ucap Novieritani.


Kemudian, katanya menerangkan lagi, saat itu pak Janpiter mau pergi, terus saya kejar, disitulah mulai puncak kekesalanya terjadi saat ia ditarik kedalam Polsek hingga mengakibatkan bajunya koyak.


"Emosi saya, saya lempar pakai batu kearah lantai halaman apel, memang setelah kejadian itu pak Janpiter ada datang ke rumah saya untuk meminta maaf atas kesalahan dan lambatnya kinerja penyidiknya,"pungkas Novieritani. ( mtc/ Suriyanto)

Penulis
: suriyanto
Editor
: Faeza

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.