Berita Sumut

Terkait Kematian Seorang Tahanan, Ini Penjelasan Kapolrestabes Medan

Administrator
Mtc|Ist

MATATELINGA, Medan: Terkait kematian seorang tahan, Kapolrestabes Medan membantah kematian tersangka JDK alias JOKO akibat dianiaya oknum petugas.

Bantahan tersebut disampaikan oleh Kapolrestabes pada Rabu (14/10) di Kantor Polrestabes Medan.

Awalnya tersangka ditahan di RTP Polsek Sunggal atas kasus pencurian dengan kekerasan dengan modus mengaku sebagai petugas kepolisian bersama dengan beberapa orang temannya.

Dilanjutkan Kapolrestabes, setelah ditahan tersangka JDK mengalami sakit beberapa kali, yaitu

1. Tanggal 23 September 2020, tersangka mengalami sakit dengan keluhan lambung dan kepala selanjutnya penyidik membawa tersangka ke RSU Bhayangkara, setelah diperiksa dokter, tersangka diperbolehkan pulang.

2. Tanggal 25 September 2020, tersangka mengeluh sakit selanjutnya dibawa berobat kembali ke RSU Bhayangkara dengan keluhan lambung dan kepala setelah di periksa oleh dokter, tersangka disarankan untuk opname.

Pada saat itu, penyidik langsung memberitahukan kepada keluarganya yang selanjunya ikut menemani tersangka. Setelah diopname selama 3 (tiga) hari, dokter yang merawat menyatakan tsk sudah sembuh dan diperbolehkan pulang tepatnya tgl. 28 September 2020.

3. Selanjutnya pada tanggal 29 September 2020, tsk kembali mengeluh sakit, dan setelah diperiksa dokter, tersangka diperbolehkan meninggalkan RSU Bhayangkara.

4. Tanggal 01 Oktober 2020 tersangka mengeluh sakit dan dibawa kerumah sakit setelah di periksa tersangka diperbolehkan meninggalkan RSU Bhayangkara.

5. Tanggal 02 Oktober 2020 sekira pukul 08.00 wib tersangka mengeluh sakit selanjutnya petugas langsung membawa ke RSU Bhayangkara dan dilakukan perawatan oleh dokter, setelah ditangani dokter yang merawat, tersangka dinyatakan meninggal dunia.

Ditambahkan Kapolrestabes, bahwa saat dalam perjalanan menuju RSU Bhayangkara, pihaknya telah menghubungi keluarga tsk dan memberitahukan kondisi tsk yang kembali sakit.

Setelah dinyatakan meninggal dunia oleh dokter, pihak Polsek Sunggal sesuai dengan SOP yang ada dan koordinasi dengan pihak kedokteran untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah tsk.

Namun pihak keluarga tsk dalam hal ini adalah istri dan paman tsk bermohon dengan sangat agar tidak dilakukan otopsi terhadap jenazah tsk dan membuat surat permohonan tidak dilakukan otopsi.

Meskipun dari Polsek Sunggal sudah menyarankan agar mereka berembuk terlebih dahulu dengan keluarga yang lain, namun mereka atas nama keluarga alm JDK alias JOKO menyatakan ikhlas atas kematian JDK alias JOKO dan memohon agar tidak dilakukan otopsi jenazah".

Atas dasar permohonan keluarga tsk tersebut, pihak Polsek Sunggal selanjutnya meminta kepada dokter agar dilakukan visum luar saja dan usai dilakukan visum selanjunya jenazah diserahkan kepada pihak keluarganya untuk dikebumikan.

"Jadi tidak benar jika dikatakan bahwa terhadap tsk JDK alias JOKO ada penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Polsek Sunggal",

Saat bersamaan wartwan menanyakan langsung pada tersangka edi yg merupakan adik kandung alm Tsk Joko bahwa abang nya memang sakit selama dalam penahanan dan sudah beberapa kali di bawa ke rumah sakit bahkan sempat di rawat, dan tidak ada dianiaya oleh polisi.

Penulis
: wewend
Editor
: Amrizal
Sumber
: rel
Tag:Berita Medanberita terkinikapolrestabes Medankriminalblibliketerangan Kapolrestabes Medantahan tewasTerkini

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.