Berita Sumut

Terkait Kematian Marshal, POMDAM I/BB Ungkap Keterlibatan 4 Anggota TNI AD

Administrator
Matatelinga.com
MATATELINGA, Medan- Pangdam I/BB, Mayjen TNI Hasanuddin menyampaikan penjelasan update penanganan kasus hukum tindak pidana penganiayaan berencana yang mengakibatkan kematian korban yang bernama Marasalem Harahap alias Mashal dan penyalahgunaan senjata api yang melibatkan anggota oknum TNI AD, KODAM I/BB. Bertempat di aula POMDAM I/BB Jalan Sena. Selasa ( 27/7/2021) pukul 15.30 WIB.



Pangdam menjelaskan kejadian tersebut terjadi pada hari Jum'at, tanggal 18 Juni 2021, pukul 23.30 WIb, di Huta 7, Karang Anyar, Kabupaten Simalungun yang merupakan tindak pidana penganiayaan berencana yang mengakibatkan mati dan penyalahgunaan senjata api.


"Tim penyidik dari POMDAM I/BB telah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait sebanyak 15 orang. Dengan tersangka adalah Praka AS yang bertugas di salah satu satuan di jajaran KODAM I/BB.


Pasal yang dipersangkakan adalah pasal 355 ayat 1 dan 2 kitab hukum undang-undang pidana tentang penganiayaan berat, pasal ini diancam dengan hukuman 12 tahun,"sebut Pangdam



Lanjutnya lagi, mana kala perbuatan tersebut mengakibatkan kematian maka ancaman penjara 15 tahun penjara. Ditambah junto pasal 55 ayat 1 ke 1e KUHPidana tentang Turut Melakukan perbuatan penganiayaan yang menyebabkan kematian.


BACA JUGA:Kodam I/BB; Vaksinasi, prokes ketat, dan testing masif menurunkan penularan COVID-19


"Disamping itu pasal 1 ayat 1 Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 tentang penyalahgunaan senjata api dan amunisi.Ancaman hukumanya adalah hukuman mati atau penjara 20 tahun atau seumur hidup. Barang bukti yang kita Sita diantaranya : 1 unit senjata api FN rakitan, 1 senjata api HW 654 K, 1 senpi G2 Combat caliber 9 mm, 3 HP.




Tiga butir peluru caliber 22 mm buatan Korea, 1 butir peluru caliber 39 mm buatan Pindad, 10 butir peluru 32 mm buatan Spanyol dan 27 butir amunisi F 46 buatan Pindad serta 1 BPKB kendaraan, 1 unit sepeda motor Honda Beat BM5177 JT dan 1 Toyota Fortuner BK 1946 serta 1 Toyota Inova BK 1039 TV,"ucap Mayjen TNI Hasanuddin.


Katanya lagi, untuk tersangka Praka As melakukan penembakan terhadap korban ( Marsal ) tepat didaerah yang tidak mematikan, yaitu di paha. dan setelah di lakukan penyelidikan dan intograsi ternyata ada keterlibatan 3 oknum anggota TNI AD lainya yang turut membantu menyediakan senjata api.


Motifnya adalah tersangka S merasa sakit hati terhadap korban yang kerap memberitakan tentang KTV Ferary yang marak Peredaran narkoba dan korban juga meminta jatah uang sebesar Rp 12.000.000 per bulan dan ini tidak disepakati.


"Merasa sakit hati, S pun memerintahkan Y dan AS untuk memberi pelajaran kepada korban, ini lah motifnya, dan uang sebesar Rp 15.000.000 dikirim S ke rekening AS untuk membeli senjata. Kemudian pada tanggal 18 Juni 2021 tersangka S dan Y menggunakan mobil Inova BK 1039 TV berkeliling kota untuk mencari keberadaan korban hingga ke rumahnya namun tidak menemukanya.


Selanjutnya keduanya pun pergi ke hotel untuk minum-minum. Pukul 22.30 WIB tersangka AS keluar dari kamar hotel untuk mengambil senjata api dan kemudian mereka meninggalkan hotel menuju Ferary KTV dan disana tersangka AS sempat mencoba menggunakan senjata api tersebut di samping Ferariy KTV dan meledakan pistolnya sebanyak 1 kali tembakan.


Kemudian mereka mencari keberadaan Marshal ke rumahnya namun tal menemukan korban lagi. Merekapun kembali lagi ke hotel dalam perjalan kembali, pukul 23.30 WIB, mereka berpapasan dengan mobil yang dikendarai korban tak jauh dari rumah korban.


Saat itu kaca mobil korban sedikit terbuka seketika itu AS turun dan mengarahkan pistolnya ke arah paha korban dan selanjutnya meninggalkan lokasi. Hingga akhirnya korban dikabarkan meninggal dunia dan tersaka AS ditangkap di daerah Tebing Tinggi,"jelas Pangdam I/BB


Untuk tersangka lain yang turut diamankan berinisial DE, PMP dan LS merupakan anggota TNI AD di Jajaran KODAM I/BB yang membantu menyediakan senjata api pada para pelaku ( AS dan Y ).


"Saya selaku Pangdam I/BB berkomitmen untuk mengusut tuntas dan terang benderang tanpa intervensi dan kasus ini sudah saya laporkan pada KASAD, Asintel KASAD serta Danpuspomad, kasus ini juga siap kita limpahkan ke Oditur Militer untuk disidangkan,"pungkas Mayjen TNI Hasanuddin. (Suriyanto)

Penulis
: Suriyanto
Editor
: Amrizal
Tag:Pomdam I/BBPomdam I BBPangdam I/BBPangdam I BBPangdam I?BBPangdam I.BBkematian Marshalketerlibatan 4 anggota TNITerkiniTerkini Matatelinga.comTerkini Matatelinga com

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.