Berita Sumut

Soal SPBU di Rantauprapat,Polisi Masih Kirim SPDP ke Kejari Labuhanbatu

Faeza
Mtc/ist
MATATELINGA, Labuhanbatu: Hampir mencapai empat bulan SPBU 14.214.225 di jalan jendaral Ahmad Yani Rantauprapat yang diduga menjual minyak bercampur air dipasang garis polisi, namun ternyata polisi masih mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada kejaksaan Negeri Labuhanbatu.


Hal itu diketahui ketika Wartawan mempertanyakan atas tidak lanjut berkaitan SPBU di jalan Ahmad Yani itu. Sudah sampai pelimpahan apa yang diberikan Polres Labuhanbatu.


"Sampai saat ini Polres Labuhanbatu masih mengirimkan SPDP ke kami.Belum ada yang lain,"Kata Kasi Pidum Kejari Labuhanbatu Bani Ginting saat ditemui diruangannya,Selasa (12/1/2021) pada Wartawan.



Diberitakan sebelumnya,praktisi Hukum meminta Kapolres Labuhanbatu lebih terbuka dalam kasus SPBU di Rantauprapat.


Apakah penyelidikan atas temuan itu apakah ada tindak pidana atau tidak,dengan begitu masyarakat lebih tahu jelas apakah penyidikan yang di Lakukan Polres Labuhanbatu ada ditemukan atau tidak.


"Itu kan melibatkan konsumen dalam pembelian minyak di SPBU itu.Apakah ada ditemukan sesuai dugaan minyak bercampur air.Dengan begitu masyarakat lebih waspada dalam memilih pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Labuhanbatu ini,"Kata Jackson Oktaryo Nababan,SH,Senin (11/1/2021) selaku praktisi Hukum di Labuhanbatu.


Menurutnya,jika dilakukannya Police Line yang di Lakukan Polres Labuhanbatu artinya polisi sudah menemukan bukti awal di SPBU itu.


"Kalau ada bukti saya rasa pasti akan di Lanjutkan kasus tersebut.Sehingga mendapatkan kepastian hukum yang jelas.Jadi kita harapkan pihak kepolisian lebih terbuka dalam kasus tersebut,"Pinta Nababan.(Mtc/Abi)


Penulis
: Abi Pasaribu
Editor
: Faeza
Tag:labuhanbatuPolres Labuhanbatu

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.