Berita Sumut

Soal Proyek Pengadaan Air Minum Siap Saji, Ini Kata PPK RSUD Salak

Faeza
Mtc/ist
Prasarana Instalasi Air Bersih di RSUD Salak yang kini tidak berfungsi lagi.
MATATELINGA, Pakpak Bharat: Impian masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat untuk menikmati prasarana instalasi air minum siap saji di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salak masih sebatas angan-angan saja.


Pasalnya, proyek pembuatan prasarana instalasi air bersih untuk siap saji itu, yang dikerjakan CV. Rorezki, dengan nilai penawaran Rp 494.716.780.80 bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Kabupaten pakpak Bharat, tahun anggaran (TA) 2019 lalu, diduga dikerjakan tidak sesuai rencana anggaran biaya (RAB).


Fakta itu diperkuat saat kru matatelinga.com lakukan kroscek langsung ke RSUD Salak, baru-baru ini. Menurut keterangan dari para tenaga medis yang ditugaskan untuk menjaga pasien di rawat inap kelas satu, bahwa mereka untuk memenuhi kebutuhan seperti air minum maka mereka harus memasak terlebih dahulu dan tidak mengetahui keberadaan fasilitas air minum siap saji dimaksud.



Kemudian, hasil konfirmasi dengan Direktur RSUD Salak yang baru, dr Manuturi Situmorang bahwa sesuai keterangan yang diperoleh dari pihak maintance, awalnya prasarana itu berjalan tapi sangat lambat untuk menghasilkan air bersih siap saji dan akhirnya, tanpa diketahui secara jelas penyebabnya, kini prasarana tersebut sudah tidak berfungsi lagi sebagaimana selayaknya.


Sementara itu, PPK yang menangani kegiatan tersebut, Choi Simamora mengakui bahwa proyek itu bukan untuk penggadaan air minum siap saji. Tapi, proyek dimaksud adalah untuk mengolah air yang keluar dari sumber mata air seperti sumur bor menjadi air bersih.


Pernyataan itu disampaikan Choi Simamora kepada matatelinga.com, belum lama ini di Salak.


Dia meyakini bahwa anggaran yang diplot sekecil itu tidak mampu untuk menyiapkan pengadaan air bersih siap saji di pusat pelayanan kesehatan kabupaten tersebut.



"Saya sudah studi banding ke beberapa tempat. Contoh saja, Kabupaten Humbang Hasundutan. Untuk pembuatan instalasi prasarana air minum siap saji di RSUD setempat, maka untuk mewujudkan impian itu menjadi realisasi harus menghabiskan uang negara sebesar Rp 800 Juta", pungkas PNS yang kini bertugas di Kantor Camat Sibande. (mtc/edy)

Penulis
: Edy
Editor
: Ism

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.