Berita Sumut

Sediakan SPA Khusus Gay, A Meng Duduk di Kursi Pesakitan

Faeza
Mtc/ist
Ketiga saksi, seorang di antaranya anggota polisi yang melakukan penangkapan Armin Sinaga (kanan kaus merah).
MATATELINGA, Medan: A Meng alias Ko Amin (51), terdakwa pengelola spa (tempat relaksasi) khusus kaum gay (homo seks) 'full service', Rabu (25/11/2020 mulai disidangkan secara virtual di Cakra 2 PN Medan.JPU dari Kejati Sumut Sabrina menjerat A Meng tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Korbannya adalah para lelaki yang bekerja di spa tersebut. Mereka diberikan tips ratusan ribu rupiah untuk melayani para tamu yang juga sesama jenis alias gay.


A Meng didakwa dengan Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO atau Pasal 296 KUHPidana.Usai pembacaan dakwaan, majelis hakim mempersilakan JPU menghadirkan ketiga saksi kebetulan ada di PN Medan guna didengarkan keterangannya.


Di antaranya, Ag dan Mu selaku terapis di spa, serta Armin P Sinaga, saksi dari kepolisian yang melakukan penangkapan.



"Kami mendapatkan informasi, bahwa di Komplek Taman Setia Budi II Blok 9 Medan, ada spa khusus menerima laki-laki pak," ucap saksi Armin di hadapan hakim ketua Syafril Batubara.


Pada saat melakukan penyelidikan, petugas mendapati pelanggan dari tempat spa tersebut membayar dengan uang Rp200 ribu.


"Pelanggan laki-laki dan terapisnya juga laki-laki pak hakim. Kalau terdakwa (A Meng, red) sebagai pemilik spa mendapat keuntungan Rp100 ribu dari tenaga terapis," ungkapnya.


Pelanggan dominan laki-laki tersebut dikenakan tarif Rp250 ribu 'All In'. Semua bisa.


"Maksudnya itu gimana pak polisi? Terus terang aja gak apa-apa," kata hakim Syafril. Kemudian ditimpali Armin, semua (servisnya, red) bisa. "Termasuk isap anu Pak," sebut Armin yang spontan mengundang tawa kecil pengunjung sidang.


Penulis
: Faeza
Editor
: Faeza
Tag:PN MedanSPA Gay

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.