Berita Sumut

Revitalisasi Lapangan Merdeka, Bobby Nasution Tuai Banyak Dukungan

rizky
Matatelinga.com
MATATELINGA. Medan -Inti dari revitaslisasi yang dilakukan tersebut, selain merupan bagian dari realisasi janji kampanye, orang nomor satu di Pemko Medan ini juga ingin mengembalikan indentitas Kota Medan.Dalam melakukan revitalisasi Lapangan Merdeka, Wali Kota Medan Bobby Nasution telah memiliki perencanaan dan persiapan yang kuat. Untuk Lapangan Merdeka, menantu Presiden Joko Widodo itu ingin menjadikannya sebagai ruang terbuka hijau (RTH) dan cagar budaya sekaligus ikon atau landmark Kota Medan.



Bobby Nasution telah mempersiapkan desain untuk revitalisasi Lapangan Merdeka. Desain mencakup keseluruhan wilayah perencanaan dengan disertai perencanaan detail infrastruktur pedestrian, drainase, air limbah dan lainnya, termasuk pemindahan jaringan kabel ke bawah tanah. Sedangkan penataan dan pembangunan sisi dalam Lapangan Merdeka akan dilakukan Pemko Medan. Guna memuluskan rencana revitalisasi ini, Bobby Nasution telah melaksanakan kunjungan kerja ke Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) sekaligus minta dukungan,Rabu (29/09/2021).


Kedatangan Bobby Nasution langsung diterima Direktur Jendral (Dirjen) Cipta Karya Ir Diana Kusumastuti MT. Setelah menyampaikan program yang akan dilakukan terkait dengan revitalisasi, Dirjen Cipta Karya pun mendukungnya. “Alhamdulillah, Kementrian PUPR mendukung program kita untuk revitalisasi Lapangan Merdeka,” kata Bobby Nasution usai pertemuan beberapa hari lalu.


Baca Juga:Abyadi Siregar: Viral Preman "peras dan Aniaya Pedagang", Malah Pedagang Jadi Tersangka....?

Diungkapkan Bobby Nasution, akhir Oktober ini, draft desain akan selesai dan langsung ditenderkan pada November. Jika tidak ada kendala, pembangunan fisik sudah dapat dilakukan awal tahun 2022. Guna melancarkan revitalisasi yang dilakukan, Pemko Medan akan diberikan guideline atau pedoman oleh konsultan.


Dikatakan Bobby Nasution, revitalissi Lapangan Merdeka dilakukan merupakan realisasi janji kampanye setelah menginventarisir aspirasi dan permintaan masyarakat. Sebab, sudah lama masyarakat menginginkan agar lapangan yang mulai aktif digunakan sejak tahun 1880 dan pada masa Kolonial Belanda dinamakan de Esplanade agar dikembalikan ke bentuk dan fungsinya semula.



"Apa yang menjadi suara masyarakat tentunya kita dengarkan. Masyarakat minta agar Lapangan Merdeka dikembalikan fungsinya sebagai RTH dan semua yang ada di dalamnya tidak boleh berkurang. Perintah masyarakat kita jalankan, insya Allah revitalisasi Lapangan Merdeka segera kita lakukan. Apalagi Kementerian PUPR sudah mendukungnya,” ungkapnya.


Perencanaan dan persiapan yang kuat dan matang dalam program revitalisasi Lapangan Merdeka yang dilakukan Bobby Nasution ini mendapat respon positif oleh Dosen Departemen Antropologi USU Dr Drs Fikarwin Zuska M Antropolgi Aktif. Hanya Fikarwin menjelaskan, revitalisasi dan cagar budaya adalah hal yang berbeda. Kalau berbicara cagar budaya, jelas Fikarwin, Bobby Nasution harus terlebih dahulu memerintahkan dinas tekait untuk menghimpun informasi sebanyak-banyaknya tentang Lapangan Merdeka dan kemudian menyerahkannya ke tim ahli cagar budaya Kota Medan untuk diteliti dan ditetapkan sebagai cagar budaya.


Penulis
: Mtc
Editor
: Rizky
Tag:MatatelingaRevitalisasi Lapangan MerdekaTerkini

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.