Rabu, 11 Februari 2026 WIB

Penyakit Tak Kunjung Sembuh, Sopiah Akhiri Hidupnya

- Kamis, 20 Juli 2023 19:20 WIB
Penyakit Tak Kunjung Sembuh, Sopiah Akhiri Hidupnya
Matatelinga.com
Petugas inafis melakukan olah TKP.
MATATELINGA, Tebingtinggi : Di duga karena penyakit asam lambung dan asam urat yang tak kunjung sembuh, membuat seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) nekat.Ia gantung diri di rumahnya, di Dusun II Desa Marubun Kecamatan Sipispis kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Korban ditemukan terikat pada seutas tali nilon yang di ikatkn pada sebuah tiang broti pada ruang tamu rumahanya.


Wanita setengah abad tersebut adalah supiah (50) yang kesehariannya sebanagi seorang ibu Rumah Tangga beranak dua dan suami suami dari Supriadi (50).

BACAJUGA:

Orang pertama kali menemukan jasad korban Supiah dalam posisi tergantung yang sudah dalam tidak bernyawa lagi adalah Nur Aisah (17) yang tak adalah anak kandung korban pada Kamis pagi (20/07) sekira pukul 06.05 Wib saat saksi bari saja terbangun dari tidurnya.

[br]

Hal inilah yang di jelaskan Kapolsek Sipispis melalui Kasi Humas Mapolres Tebingtinggi, AKP.Agus Arianto dalam siaran Persnya pada Kamis siang (20/07) di Mapolres Tebingtinggi.

Lanjut kasi Humas menceritakan kronologis kejadian yang bermula pada Kamis pagi, dimana saat itu saksi Nur Aisah bangun dari tidurnya, lalu seperti biasa saksi langsung keluar dari kamar tidurnya untuk pergi ke kamar mandi.


Namun alangkah terkejutnya anak korban saat itu karena melihat ibu kandungnya tergantung dengan seutas tali diruang tamu dengan posisi leher terikat tali tambang di tiang kayu galang rumah dengan jarak kaki ke lantai sekira 30 cm.

Spontan Nur Aisyah langsung berteriak sambil menangis sehingga membuat Surya Pratama (20) yang tak lain abang kandung Nur Aisyah atau anak pertama korban jadi terbangun dari tidurnya dan langsung keluar dari kamar menuju ruang tamu.

Ternyata saksi Surya Pratama melihat kalua ibu kandungnya telah tergantung di ruang tamu, sehingga saksi surya Pratama langsung langsung memeluk dan mengangkat badan korban yang ternyata ibu kandung mereka telah meninggal dunia.

Mengetahui hal tersebutsaksi Surya Pratama secara spontan langsung menyuruh adiknya Nur Aisyah untuk mengambil pisau, karena di rumahanya saksi Nur Aisyah tidak menemukan pisau, sambal berlari dirinya pergi kerumah neneknya yang bernama Paini yang jarak rumahnya tidak jauh dari rumah mereka.

Setelah itu kembali lagi kerumahnya sambal membawa sebilah parang yang langsung di berikan kepada abangnya Surya Pratama.

[br]

Dengan menggunakan paraang saksi Surya Pratama langsung memutus kan tali yang terikat di tiang kayu Galang rumah ruang tamu untuk menurunkan Ibu kandungnya dan meletakan jenazah ibunya di lantai ruang tamu.


Dan sekitar pukul 07.00 wib, Supriadi selaku suami korban datang dari tempat kerjanya dan melihat istri sudah dalam posisi terbaring di lantai dengan kondisi meninggal dunia.

Selanjutnya perangkat Desa Marubunpun menghubungi Bhabinkamtibmas Polsek Sipispis mengabarkan kalua warganya ada yang meninggal dunia akibat gantung diri dengan menggunakan seutas tali yang di ikatkan pada sebuah tiang broti yang ada di dalam rumah korban.

Akan kabar tersebut tak lama kemudian personil Polsek Sipispis tiba di lokasi, di susul Tim Inafis Sat Reskrim Mapolres Tebingtinggi bbersama SPK mapolres tebingtinggi guna di lakukan olah TKP dan pemeriksaan tubuh jenazah korban.

Namun setelah di lakukan olah TKP dan pemeriksaan tubuh korban, pihak keluarga membuat pernyataan penolakan untuk tidak dilakukannya outopsi dan menerimah kejadian tersebut adalah musibah bagi keluarga.

Dari pengakaun pihak kelurga menyebutkan kalau korban selama ini memilki riwata penyakit Lambung dan asam urat, dan selalu kambuh, namun penyakit tersebut tak kunjung sembuh.(bas)


Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru