Berita Sumut

Nasib Aset Miliaran TPPU Almarhum Zakir Husin Belum Jelas, Transaksi Gunakan Rekening Istrinya

Faeza
Mtc/ist
Hakim Immanuel Tarigan
MATATELINGA, Medan: Nasib aset miliaran rupiah berupa rumah dan lahan milik almarhum Zakir Husin alias Jakir Usin (49), patut diduga diperoleh dari hasil kejahatan (jual beli narkotika) alias Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dipastikan masih belum jelas ujungnya. Apakah asetnya dirampas untuk negara atau dikembalikan kepada keluarga.




Immanuel Tarigan yang didaulat sebagai hakim ketua menangani perkara tersebut di PN Medan mengatakan, masih belum bisa membacakan putusan maupun penetapan majelis hakim karena JPU belum juga menunjukkan Surat Keterangan Kematian Zakir Husin di persidangan.


"Tanggal 26 Oktober kemarin sidang bang. JPU dan penasihat hukum (PH terdakwa memang hadir. Hanya saja Surat Keterangan Kematian (Zakir Husin, red) dari Rutan belum kita terima," kata Immanuel ketika dikonfirmasi lewat pesan teks WhatsApp (WA), Jumat petang (29/10/2020).


Dia kemudian memerintahkan JPU dan PH terdakwa berkoordinasi dengan pihak Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjung Gusta Medan dalam hal pengurusan Surat Keterangan Kematian terdakwa. Persidangan dilanjutkan, Selasa (10/11/2020) mendatang.


Mengutip dakwaan JPU Nurhayati Ulfia, ada 6 aset almarhum patut duga dari hasil kejahatan alias TPPU yang dijadikan sebagai barang bukti (BB). Yaitu 1 unit rumah masing-masing di Jalan Starban, Lingkungan VIII dan di Gang Bilal, Lingkungan X, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia.






Rumah terdakwa lainnya di Jalan Setia Budi Baru, Komplek Arcadia Regency, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, telah diagunkan ke Bank BRI dan rumah dengan Sertifikat Hak milik Nomor 439 di Kelurahan Tanjung Selamat uang telah direnovasi terdakwa.


Sebidang tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Setia Budi Pondok Surya RT 000 / RW 0900 Blok A-12, Komplek Atria Residence, Kota Medan serta tanah kosong dengan SK Tanah Nomor 594/ 96/SKT/MP/1995 tanggal 30 Mei 1995 yang terletak di Jalan Balai Desa.


Diberitakan sebelumnya, Zakir Husin yang dititip di Rutan keburu meninggal dunia, Sabtu (26/9/2020) lalu, sebelum perkara TPPU-nya divonis. Menurut Karutan Medan Theo Adrianus Purba, Zakir tewas diduga akibat penyakit jantung.


Sementara dalam perkara lain, Zakir didakwa terkait tindak pidana penyalahgunaan narkotika dan telah divonis bersalah dan dipidana 15 tahun penjara di PN Medan.


Zakir menyuruh Melvasari Tanjung alias Melvasari yang juga istrinya disuruh mengantar 50 gr sabu kepada pembeli yang ternyata tim dari Sat Res Narkoba Polrestabes Medan -melakukan pengembangan- ke kawasan Jalan Denai Gang Rukun. Petugas kemudian menghampiri mobil Avanza putih ditumpangi Melvasari dan pengemudinya Zulherik (penuntutan pada berkas terpisah).


Penulis
: Faeza
Editor
: Faeza
Tag:matatelinga.commatatelinga comPN MedanblibliIndexTerkiniTravelokaZakir Husin

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.