Berita Sumut

Masyarakat Belawan Resah, Trotoar Pejalan Kaki Ditutup

Faeza
mtc/rompas
Masyarakat Belawan Resah, Trotoar Pejalan Kaki Ditutup
MATATELINGA, Belawan: Masyarakat meminta agar Pemko Medan mengerahkan Sat Pol PP untuk segera membuka jalan setapak atau trotoar yang diperuntukkan masyarakat Belawan untuk berjalan kaki karena ditutup pemilik salah satu SPBU yang terletak di Jalan Raya Pelabuhan Belawan tepatnya didepan kantor PT Pelido 1 Medan di Belawan.


Hal tersebut di sampaikan masyarakat Belawan seperti Rudi Hartono, H.Budi Ginting, H Sarmin dan H.Umar. Mereka merasa heran karena Jalan setapak/ trotor yang dibangun pemerintah untuk para pejalan kaki ditutup untuk kepentingan usaha SPBU.


"Kami menduga penutupan Jalan setapak oleh SPBU Singapore tersebut di tampa ada ijin dari Pemko Medan dan kami menduga penututupan Jalan yang biasanya di lalui pejalan kaki tersebut ijinnya hanya cakap cakap saja oleh pengusaha SPBU dengan pihak Kecamatan Medan Belawan," sebut Rudi.


Akibat dari penutupan Jalan setepak arau trotor tersebut sudah banyak yang korban saat pejalan kaki tersebut berjalan di Jalan besar atau di atas Jalan yang seriap saat ramai dilalui kendaraan mobil dan betor(Becak Bermotor.)


"Harapan kami sebagai masyarakat Kecaman Medan Belawan Kota Medan meminta segera Walikota Medan dan wakilnya agar segera membuka jalan tersebut karena jalan yang di bangun Pemko Medan itu untuk kepentingan madyarakat banyak dan bukan di peruntukkan untuk kepentingan pribadi,"bebernya lagi.



Pengamatan wartawan di Kecamatan Medan Belawan, banyaknya jalan setapak/ trotor jalan yang ditutup di pergunakan untuk berjualan di sepanjang Jalan Sumatera, Jalan Veteran maupun di Jalan Stasiun. Harapan masyarakat Belawan tersebut sudah sepantasnya Walikota Kota Medan dan petugas terkait untuk melakukan penertipan sesuai peraturan yang ada.


"Seperti Perda Kota Medan Medan No.2 tahun 2015 rencanaan Detail Tata Ruang dan Peraturan Zona Kota Medan tahun 2015-2035.Pada Pasal 12 di sebutkan Pemko Meda melarang mendirikan bangunan atas trotoar dan larangan ini ada Konseksiannya sangsinya bukan hanya itu. Perwal No.9 tahun 2009 juga menegaskan larangan penutupan drenace, jika memang pengusaha tersebut menutup akses pejalan kaki jelasnya sudah menantang Walikota dan Wakilnya,"jelas H.Sarmin. (mtc/rompas)

Penulis
: rompas
Editor
: Faeza
Tag:Belawan

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.