Berita Sumut

Mandi-Mandi Di Sungai Jelang Berbuka, Bocah 6 Tahun Hilang Terbawa Arus

Faeza
Mtc/ist
Tim SAR dari Tagana Kota Tebingtinggi hingga selasa pagi selepas shalat subuh kembali melakukan pencarian jasad korban dengan menggunakan dua unit Perahu Karet Mesin milik dinsos Kota Tebingtingg
MATATELINGA, Tebingtinggi: Bagus Aditya Saragih, seorang bocah lelaki berusia 7 warga Jalan M.Yamin, Kelurahan Tambangan Hulu Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi, Senin sore (03/05) sekitar pukul 17:300 Wib, dikabarkan hilang terbawa arus aliran Sungai Padang saat sedang mandu-mandi bersama 6 orang temannya.


Hingga Selasa pagi (04/05) tim SAR dari Tagana Kota Tebingtinggi belum berhasil menemukan korban yang sudah lebih dari 12 jam hilang dan tenggelam di aliran Sungai Padang, yang pada saat kejadian kondisi air hingga kini tidak sedang mengalami kenaikan.


Pantauan kru MTC dilokasi kejadian pada Senin malam dan selasa pagi selepas subuh (04/05), terlihat warga memenuhi tepian aliran sungai Padang, sementara sebagian warga terlihat ada yang ikut melakukan pencarian bersama tim SAR dari Tagana Kota Tebingtinggi, selebihnya menjadi penonton sambil mencari-cari tau perkembangan.



Menurut keterangan warga sekitar menyebutkan kalau awal kejadian bermula, dimana sebelum korban bersama temannya mandi-mandi di aliran sungai Padang, korban bersama beberapa orang temannya yang masih usia Sekolah Dasar (SD), Senin sore itu sedang berada warung internet (wanet) yang berada di jalan HM.Yamin, Kelurahan Tanjung Marulak Hilir, Kecamatan Rambutan untuk bermain game.


Usai bermain game dari warnet, korban bersama ketiga temannya langsung keluar dari warnet bukan untuk pulang kerumahnya melainkan langsung menuju sungai untuk mandi tak jauh dari jembatan Sungai padang yang berada di Jalan HM.Yamin.


Setelah beberapa menit mandi-mandi ketiga bocah hanyut terbawa arus sungai, sementara 1 temannya saat itu tidak ikut mandi-mandi di sungai melainkan berada di atas sambil melihat teman-temannya mandi dan terbawa arus sungai.


Melihat itu teman korban yang berada di atas langsung berteriak minta tolong kepada warga sekitar, mendengar teriakan teman korban warga langsung berlari ke pinggir sungai dan langsung melompat masuk kedalam aliran sungai dan menyelamatkan dua orang bocah yang sempat hanyut terbawa arus sungai Padang, sedangkan satu orang lagi yakni korban Bagus Adiyta tidak berhasil diselamatkan karena saat kejadian korban langsung hilang tenggelam, dan hingga kini belum juga berhasil ditemukan.



Sementara itu menurut pengakuan Novi Br manurung (35) yang tak lain ibu kandung korban mengatakan kalau dirinya mengetahui kalau anaknya hilang terbawa arus di aliran sungai padang setelah mendapatkan laporan dari warga yang mengatakan kalau anaknya hanyut.


Mendengar berita tersebut Novi langsung berlari mendatangi lokasi tempat dimana anaknya dan teman-temannya mandi-mandi, untuk memastikan kebenaran kabar yang di dapatkannya dari tetangganya.


Di lokasi itu Novi langsung menangis sambil menjerit memanggil-manggil nama anaknya yang telah hilang tenggelam terbawa arus aliran sungai Padang.


“Tadi sore itu, tetangga saya bilangkan ke saya kalau anak saya hanyut pas lagi mandi-mandi di sungai Padang,” jelasnya sambil menangis.


Dikatakan Novi juga, bahwa sebelum pergi anaknya sempat pamit kepadanya, karena mau bermain game di warnet dengan berkata, “Mak awak pigi ke warnet ya," ucap korban yang ditirukan Novi yang terlihat menangis.



Sementara itu Kapolsek Padang Hilir Kompol Pahotan Manurung yang menerima informasi adanya anak hayut di aliran Sungai Padang bersama personil Mapolres Tebingtinggi termasuk tim INAFIS Sat Reskrim Mapolres Tebingtinggi langsung turun ke lokasi.


Di bantu tim Tagana, tim Inafis bersama personil Polisi dari mapolsek padang Hulu dan mapolres Tebingtinggi melakukan olah TKP dan pencarian jasad korban yang dimulai dari titik awal korban hanyut hingga menyusuri aliran sungai padang dengan menggunakan dua unit perahu karet Mesin milik Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tebingtinggi.


Ketua Tagana Kota Tebingtinggi, yang juga Anggota DPRD Kota Tebingtinggi, Imam Ansyori Nasution juga ikut turun bersama timnya dalam melakukan pencarian jasad korban dengan menyusuri aliran sungai Padang.


“Kami akan mendirikan tenda di sini, karena [proses pencarian sampai malam ini, dan kami akan berupaya semampu kami dalam melakukan pencarian terhadap korban yang hanyut di aliran sungai Padang, dan semoga jasad korban bisa segera di temukan,” ucap Imam.(mtc/bas)

Penulis
: agus sabono
Editor
: Faeza
Tag:hanyuttebingtinggi

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.