Berita Sumut

Kata BMKG, Ini Penyebab Panas Terik di Kota Medan yang Terjadi Belakangan Ini

Faeza
mtc/ist
MATATELINGA, Medan:Kota Medan dan sekitarnya dihujam cuaca terik dalam beberapa hari terakhir. Padahal, saat ini sudah memasuki masa musim penghujan.


Prakirawan Cuaca (Forecaster) BBMKG Wilayah I Medan Christin A Matondangmenjelaskan, fenomena suhu ekstrem ini terjadi karena ada pola gangguan cuaca di kawasan Lautan Cina Selatan. Khususnya di kawasan perairan Filipina.


“Gangguan itu seperti siklon tropis. Ini menyebabkan, massa udara tertarik ke daerah situ. Jadi keberadaan siklon ini, membuat massa udara yang harusnya basah menjadi lebih kering. Karena ada aktifitas di Laut Cina Selatan tadi. Jadi sebenarnya ini dampak tidak langsungnya,” kata Christin , Jumat (14/10/2021).


Biasanya, suhu pada Oktober, tidak sampai setinggi itu. Aktifitas siklon tropis tadi membuat perbedaan dari tahun sebelumnya.


Christin juga menjelaskan, fenomena ini hanya sementara. Amatan BBMKG, suhu ekstrem diprediksi akan bertahan hingga sepekan ke depan.


Meski di tengah suhu panas, lanjut Christin, potensi hujan akan tetap ada. “Aktifitas siklonnya sudah mulai melemah, jadi kalau untuk di pertengahan Oktober dan akhir Oktober ini, peluang hujan akan semakin tinggi lagi,” ungkapnya.


Pada September dan Oktober, suhu di Kota Medan berada pada rata-rata 32 derajat celcius. Dalam beberapa hari ini, suhu naik menjadi rata-rata 35 derajat. Peningkatan suhu ini sudah bisa dikatakan sebagai suhu ekstrem.



Hujan deras dan angin kencang itu, kata Christin, adalah dampak dari fenomena suhu ekstrem yang terjadi. Terjadi akumulasi energi panas dan hujan akan memunculkan potensi angin kencang, petir dan puting beliung.


“Jadi dia seperti efek penyimpanan panas, yang terakumulasi,” ungkapnya.


Untuk potensi hujan yang lebih intens, diprediksi terjadi pada akhir Oktober 2021.


Di tengah suhu yang ekstrem, BBMKG mengimbau masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan. Jika terpaksa, masyarakat diimbau untuk mengonsumsi air untuk mencegah dehidrasi. Kemudian, masyarakat diimbau waspada dengan potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Jangan sampai melakukan aktofitas pembakaran lahan. (mtc/ism)

Penulis
: Ism
Editor
: Ism
Tag:BMKGCuaca Panas

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.