Berita Sumut

Kajari Labuhanbatu : Prinsipnya Pengadaan Barang dan Jasa Dimulai Adanya SPK

Faeza
Mtc/abi
Kantor Kejari Labuhanbatu
MATATELINGA, Labuhanbatu:Terkait Pembongkaran Pasar Tradisional Labuhanbilik, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara yang dilakukan pihak rekanan baru-baru ini atas perintah dinas Prindang,Kajari Labuhanbatu angkat bicara.





Kata, Kumaedi,SH selaku Kajari Labuhanbatu saat diminta tanggapannya pada prinsipnya pengadaan barang dan jasa di mulai setelah adanya surat perintah kerja(SPK) terkait dengan adanya Pekerjaan / Rehab Pasar Labuhanbilik ada tahap awal pekerjaan berupa persiapan lokasi (yang dikerjakan berupa pembongkaran pasar) maka seharusnya sebelum melakukan pekerjaan tersebut harus ada SPK dari pengguna anggaran.


"Dampak dari pembongkaran ini bila dikaitkan dengan SE Sekda Labuhanbatu yang pada pokoknya agar semua OPD menunda pekerjaan pembangunan fisik adalah pekerjaan tidak bisa berlanjut/tertunda tapi sudah terlanjur Pasar bongkar yang menyebabkan Pasar menjadi Mangkrak yang bisa menyebabkan tergangungnya para pedagang yang menempati pasar tersebut untuk melaksanakan aktifitas perdaganganya sebagai tempat mencari nafkah,"Tegas Kumaedi,Selasa (20/10/2020).



Diberitakan sebelumnya,ternyata surat pemberitahuan ke Sekretaris Daerah (Sekda) tidak ada sama sekali dalam Pembongkaran pasar tradisional di Labuhanbilik.Hal itu dikatakan Yusuf Siagian selaku sekda saat di wawancarai Wartawan diruang BKD,Kamis (15/10/2020).


"Pengguna anggarannya mereka,jadi mereka lah yang tahu itu.Kenapa belum ada Surat Perintah Kerja (SPK) pihak rekanan disuruh kerja,harusnya kan jika dibongkar harus ada SPK dulu.Kalau Dibilang salah ya salah,"Beber Yusuf Siagian.


Menurutnya,sekda tak bisa berbuat banyak terkait Pembongkaran pasar Labuhanbilik itu,sebab melalui dinas terkait tidak pernah memberikan surat terkait Pembongkaran itu.


"Tanyakan sajalah ke kekadisnya selaku Pengguna anggaran,kenapa bisa seperti itu,"Bilang Siagian.


Sementara itu Kepala Dinas Perindag Chairuddin Nasution dikonfirmasi melalui teleponnya belum bersedia mengangkat teleponnya.


Meski Proyek Fisik di Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu,Sumatera Utara Tahun Anggaran 2020 di Lakukan penundaan dan dibawakan pada Tahun Anggaran 2021 sesuai surat Sekretaris Daerah (Sekda) bernomor 903/3516/1730/BPKAD 2020 prihal Penundaan Kegiatan Fisik TA 2020 namun Pasar Tradisional Labuhanbilik Kecamatan Panai Tegah malah Dibongkar.


Penulis
: Abi Pasaribu
Editor
: Faeza
Tag:Terkini'matatelinga.comTerkini 039 matatelinga comblibliKejari LabuhanbatulabuhanbatuTraveloka

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.