Berita Sumut

Jadi Korban Penusukan, Pria Tanpa Keluarga dari Nias Ini Dirawat di RSUP HAM

Faeza
Edy Ginting/Matatelinga.com
Saat pasien tanpa keluarga di rawat di RSUP H Adam Malik,Kamis (13/10/2021)

MATATELINGA, Meda-Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) saat ini merawat seorang pasien tanpa keluarga. Pasien tersebut merupakan korban penusukan, dan hingga sekarang masih dirawat di ruang perawatan Rawat Inap Terpadu (Rindu) B2.

Saat ditemui oleh tim Humas RSUP HAM, Rabu (13/10/2021), pasien tersebut mengaku bernama Armadani Laia (30 tahun) dan berasal dari Nias. Dia bekerja tidak tetap sebagai pengamen dan tidak memiliki keluarga di Medan.

Pada Minggu (10/10/2021), dia diantarkan oleh seorang temannya ke Instalasi Gawat Darurat RSUP HAM dalam kondisi terluka akibat ditusuk benda tajam oleh orang tak dikenal. Tim medis RSUP HAM langsung memberikan perawatan darurat untuk membantunya.

“Namanya aku kan, kerjaku ngamen, Pak. Setiap apa diminta duit sama preman. Sampai kemarin itu aku ditusuk pakai pisau,” ceritanya dengan suara pelan. Luka robek pada bagian dahinya sebelah kiri tampak masih dibalut dengan perban.



Tenaga kesehatan RSUP HAM sendiri sudah melakukan sejumlah tindakan medis untuk merawat pasien. Tim dokter telah melakukan pencucian dan penjahitan luka di ruang operasi, hingga kemudian pasien menjalani perawatan di Rindu B2 sejak Minggu malam.

Selain tidak memiliki keluarga di Medan, pasien ini ternyata juga tidak memiliki kartu identitas apapun dan berkas untuk pengurusan jaminan pelayanan kesehatan. Sementara, kondisinya saat ini sudah mulai membaik dan bisa menjalani rawat jalan.

“Pasien sudah diperbolehkan pulang berobat jalan, tapi sampai saat ini belum ada keluarga yang menjemput pasien, dan tidak ada keluarga yang bisa dihubungi,” jelas Sub Koordinator Hukum, Organisasi dan Humas RSUP HAM, Rosario Dorothy Simanjuntak SSos MIKom.



“RSUP HAM sendiri sebagai rumah sakit pemerintah selalu menerima semua pasien yang datang berobat dalam kondisi apapun, termasuk pasien tanpa identitas dan keluarga. Kami berharap pula kerja sama dari masyarakat, jika merasa kehilangan keluarga, atau mungkin mengenal pasien ini, bisa datang ke RSUP HAM agar pasien bisa dipulangkan untuk bisa mendapatkan perhatian lebih dari keluarganya,” pungkas Rosario.

Pihak keluarga atau masyarakat yang mengenal pasien tersebut dapat menghubungi Sub Koordinator Hukum, Organisasi dan Humas RSUP HAM melalui nomor telepon 061-8364581 ext. 164, atau datang langsung ke lokasi rumah sakit di Jl. Bunga Lau No. 17 Medan Tuntungan, Kota Medan.

Penulis
: Edy
Editor
: ism
Tag: KriminaldiniayaRSUPHAMIndexmatatelinga.commatatelinga com

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.