Berita Sumut

Ini Hak Jawab Jeffry Barata Lubis Terkait Pemberitaan

Administrator
Matatelinga/Dok. Matatelinga
Hak Jawab    

MATATELINGA, Medan : Berikut ini hak jawab yang disampaikan Jeffry Barata Lubis terkait pemberitaan di media online matatelinga.com yang diterima Jumat (5/8/2022) pukul 08.28 WIB.

Dengan hormat,
Sehubungan dengan pemberitaan pada media saudara dengan link
https://www.matatelinga.com/berita-sumut/kasus-pengeroyokan-wartawan--korban-ternyata-pernah-alami-hal-serupa? Yang berjudul “Kasus Pengeroyokan Wartawan, Korban Ternyata Pernah Alami Hal Serupa” yang diterbitkan pada Hari Rabu, 03 Agustus 2022 pukul 22.38 WIB.

Bersama ini saya sampaikan sebagai berikut :

1. Apa yang dituduhkan oleh narasumber atas nama Sofyan Dalimunthe (47) warga Panyabungan
Mandailing Natal, seluruhnya tidak benar dan saya tidak mengenal siapa orang tersebut.

2. Meminta keoada Pengacara Tersangka, Amrizal SH, MH dalam keterangannya di berita tersebut
untuk menarik ucapannya dan meminta maaf yang dipublikasikan ke media yang turutserta
memberitakan terkait hal ini.

3. Wartawan media Matatelinga.com tidak pernah melakukan konfirmasi kepada saya tentang
pemberitaan tersebut, sehingga merugikan saya dan mencemarkan nama baik saya dan
keluarga saya.

4. Saya tidak pernah melakukan pemerasan atau menggertak pejabat apalagi meminta sejumlah
uang kepada pengusaha.

5. Apa yang dituduhkan terkait pemerasan dalam perkara dengan no register
128/Pid.B/2014/PN.Mdl tertanggal 11 Juni 2014 tidaklah benar. Dalam putusan yang sudah
inkrah tersebut, satu katapun tidak menyebutkan adanya unsur pemerasan.

Berdasarkan UU Pers No 40 Tahun 1995 Pasal 5 :
(1.) Pers Nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati
norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah.

(2.) Pers wajib melayani hak jawab.

(3.) Pers wajib melayani hak koreksi.
Kemudian berdasarkan kode etik Jurnalistik Pasal (10) “Wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa. Pasal (11) Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi
secara proporsional.

“Oleh karena itu, saya meminta matatelinga.com untuk melakukan klarifikasi sehubungan dengan
pemberitaan tersebut dalam waktu 2x24 jam. Surat ini sebagai bantahan bahwa tidak benar apa yang tertulis dalam pemberitaan tersebut secara keseluruhan.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Panyabungan, 4 Agustus 2022

Hormat saya,

Jeffry Barata Lubis



Atas klarifikasi dan jawaban dari Jeffry Barata Lubis, secara khusus kami menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pemberitaan yang kami sampaikan ada kekeliruan dalam penyusunan kata dan kalimat yang akhirnya memberi makna dan pemahaman yang berbeda bagi siapa saja yang membacanya.

Perlu kami sampaikan bahwa wartawan kami sudah melakukan konfirmasi tapi tidak ada jawaban. Kemudian, apa yang disampaikan dalam pemberitaan adalah berdasarkan FAKTA DI PERSIDANGAN (Jawaban PLEDOI Terdakwa Secara Lengkap). Hanya saja wartawan kami yang menulis berita tersebut kurang memahami dan tidak menyampaikan bahwa apa yang disampaikan narasumber adalah benar-benar fakta dipersidangan.

Sekali lagi, kami dari seluruh tim redaksi media online matatelinga.com menyampaikan permohonan maaf dan tidak akan mengulangi penerbitan berita yang tidak sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik dan melanggar UU Pers No. 40 Tahun 1999.

(TIM REDAKSI)

Penulis
: REDAKSI
Editor
: James P Pardede
Tag:hak jawabmadinaMatatelingaPN PanyabunganPerkara Madina

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.