Berita Sumut

Dugaan Korupsi 1,9 Milyar, Mantan Kadis BMBK Provsu dan 3 Tersangka Lainnya Segera Disidangkan

Administrator
Matatelinga/Istimewa
Kejati Sumut

MATATELINGA, Medan : Mantan Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Sumatera Utara HMA EP dan ketiga tersangka lainnya pejabat dan staf dari Unit palaksana Teknis Jalan dan Jembatan (UPTJJ) Binjai sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Medan dan segera disidangkan dalam waktu dekat.

Saat dikonfirmasi kepada Kasi Penkum Kejati Sumut Yos A Tarigan, Rabu (6/10/2021) menyampaikan bahwa keempat tersangka berdasarkan data dan lampiran surat dari Kepala Kejaksaan Negeri Langkat Muttaqin Harahap, bahwa sidang terhadap perkara mantan Kadis BMBK atas nama HMA EP akan digelar pada Kamis (14/10/2021) mendatang. Surat penetapan jadwal sidang perdana ini ditandatangani oleh Hakim Ketua Jarihat Simarmata, SH,MH.

Kemudian, lanjut Yos, untuk 3 tersangka lainnya, masing-masing inisial D, selaku Kepala Unit Pelayanan Teknis Jalan dan Jembatan (UPTJJ) Binjai, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). AN, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK)-UPTJJ Binjai dan TS selaku Bendahara Pengeluaran Pembantu pada UPTJJ Binjai. Sidang perdana untuk ketiga tersangka ini juga digelar Kamis (14/10/2021), surat penetapan persidangan perdana ditandatangani oleh Hakim Ketua Syafril P Batubara, SH, MH.

"Persidangan perdana akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Medan," kata Yos.

Keempat tersangka ini, lanjut Yos A Tarigan tersandung kasus dugaan korupsi senilai Rp1,9 miliar terkait Kegiatam Rehabilitasi/Pemeliharaan Rutin Jalan pada Satuan Keja Dinas BMBK UPTJJ Binjai TA 2020 dengan pagu anggaran Rp4.480.000.000.

Diduga kuat terjadi perubahan pada Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran -Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPPA-SKPD) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi menjadi Rp2.499.759.520 untuk pemeliharaan rutin jalan provinsi di Kabupaten Langkat.

Antara lain untuk pembayaran gaji/upah dan bahan atas pekerjaan pemeliharaan rutin Jalan Provinsi di Kabupaten Langkat.

Informasi lainnya, sebanyak 7 titik lokasi jalan pada pekerjaan yakni jurusan Simpang Pangkalan Susu-Pangakalan Susu, Tanjung Pura- Tanjung Selamet, Tanjung Selamet- Simpang Tiga Namu Ungas Tangkahan, Perbatasan Binjai - Kwala, Kwala Simpang - Marike Timbang Lawang, Simpang Durian Muluh- Namu Ukur dan Namu Ukur- berbatasanndengan Kabupaten Karo.

Dari hasil penyidikan tim penyidik Kejari Langkat, ditemukan beberapa dugaan penyimpangan seperti manipulasi dokumen pertanggungjawaban kegiatan, pelaksanaan pekerjaan juga terindikasi fiktif, hingga pengurangan volume pekerjaan. Dari pekerjaan ini, hanya 20 persen yang dilaksanakan.

Penulis
: Mtc/jam
Editor
: James P Pardede
Tag:JalanKejati LangkatKejati Sumutkorupsi

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.