Berita Sumut

Dua Kandidat Rebutkan Ketua Asosiasi Futsal Asahan, Ini Tanggapan Peserta

Faeza
mtc/ben
Untuk memperebutkan jabatan Ketua Asosiasi Futsal Asahan, peserta calon ketua AFKAB  terpaksa harus merogoh kocek sebesar Rp.15.000.000,- untuk keper
MATATELINGA, Asahan : Untuk memperebutkan jabatan Ketua Asosiasi Futsal Asahan, peserta calon ketua AFKAB terpaksa harus merogoh kocek sebesar Rp.15.000.000,- untuk keperluan biaya peserta calon dengan dalih kontribusi yang diserahkan kepada panitia pelaksana Kongres, Selasa (26/01/2021).

Seperti penuturan Wandi (41) warga Teluk Dalam yang merupakan penggiat olah raga futsal di kecamatan Teluk Dalam kepada matatelinga.com Rabu (27/01/2021). Dia mengatakan pada dasarnya dalam olah raga itu hanya dituntut sportifitas dan skil dalam melakukan olah raga tersebut, bukan anggar kehebatan memiliki harta terlebih lagi anggar deking untuk merebut kekuasaan.



Wandi juga mengatakan dalam persoalan ini bayak berkembang isu soal dukungan yang dilakukan oleh salah satu calon peserta kongres yang akan maju untuk menjadi ketua AFKAB Asahan.


"Sudah mencatut nama Bupati Asahan dan kalau bermain sudah mencatut nama pejabat tersebut, saya secara pribadi sangatlah meyayangkan sikap calon peserta kongres yang akan maju merebut kepemimpinan di AFKA ini, dan yang begitu ini lebih baik tidak dipilih sebelum olah raga ini hancur ditangan orang semacam ini,"bebernya.


Isu ini sudah berkembang sepekan yang lalu, dan syukur alhamdulillah sekarang sudah dapat diketahui jumlah kandidat yang akan maju sebanyak dua orang.


"Namun demikian saya berharap dalam masalah ini hendaknya siapapun tidak melakukan intervensi dalam menentukan calon ketua tersebut, biaralah proses pemilihan tersebut berjalan sesuai mekanismenya agar nantinya diperoleh pemimpin yang dapat mengayomi serta dapat membawa olah raga Futsal di Asahan mempunyai nama serta membawa nama harum Kabupaten Asahan, jangan lagi anggar deking dekingan,"bebernya.


Sementara Wahyu (41) warga Air Batu dalam penjelasannya menuturkan bahwa dirinya sudah mendaftarkan diri dengan dukungan dari beberapa klub yang ada di Asahan serta biaya pendaftaran sebesar Rp.15.000.000.


"Semua berkas maupun biaya pendaftaran tersebut sudah kami serahkan pada Selasa 26 Januari 2021 sekira pukul 17.17 Wib di Gedung Olah Raga (GOR) Serba Guna Kisaran. Dalam proses pra pendaaftaran saya pribadi banyak menemui kendala diantaranya adanya intervensi beberapa kelompok , dan adanya isu turut campurnya Bupati Asahan dalam penentuan calon ketua AFKAB Asahan ini,"ungkapnya.


"Ini olah raga kenapa mesti demikian ya, dan lagi saya maju dalam pencalonan ini juga atas dasar kecintaan saya selalu penggiat futsal dan terlebih lagi saya memahami apa itu olah raga futsal," imbuhnya lagi.


Semoga dalam proses pemilihan nantinya dapat berjalan sebagai mana yang diharapkan, dan saya juga sudah siap menang maupun kalah namun dengan cara yang sportif tanpa adanya kecurangan.



Ketua pelaksana kongres AFKAB Asahan Bima Hardi dalam keterangannya Selasa (26/01/2021) dalam keterangannya mengakui bahwa uang senilai Rp 15 000.000,- itu sebagai dana untuk para pengurus Futsal Kecamatan dalam kongres nanti.


"Hal tersebut merupakan Kontribusi dari calon saat kongres, untuk orang kecamatan bang, namun ketua pelaksana kongres AFKAB sahan Bima Hardi menolak memberikanjawaban terkait dana sebesar itu digunakan untuk apa secara rinci," pungkasnya. (mtc/ben)


Penulis
: benawi
Editor
: Faeza
Tag:Asahanasosiasi futsal asahan

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.