Berita Sumut

Banyak Kades di Toba Terjerat Kasus Perusakan Hutan

Faeza
Mtc/ist
Wisjnu Wardana Rukmono sebagai  Kasipidum Kejaksaan Negeri Balige
MATATELINGA, Toba: Kejaksaan Negeri Balige Kabupaten Toba, Sumatera Utara, hingga saat ini telah mengajukan tuntutan terhadap beberapa orang ke persidangan terkait kasus perusakan hutan di Toba.Mirisnya, kebanyakan merupakan oknum kepala desa yang menggunakan dana desa untuk pembukaan jalan di kawasan hutan Negara dan yang melakukan penebangan pohon dalam kawasan hutan negara tersebut.


Beberapa kepala desa ini melakukan perbuatan melawan hukum dengan melakukan pembukaan jalan tanpa melengkapi ijin dari pejabat berwenang.Para Kepala Desa tersebut dijerat dengan UU 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dinataranya Kepala Desa Parik Kecamatan Uluan, JS dan Sekretaris Desa MS yang kasusnya masih dalam persidangan. Kasus ini masih sedang berjalan dan akan diputuskan minggu depan.


Sedangkan Doharman Siagian sebagai Kepala Desa Sibide Barat Kecamatan Silaen sudah diputus hakim di Pengadilan Negeri Balige selama 1 tahun penjara. Doharman sendiri dinyatakan bersalah oleh hakim karena melakukan penebangan pohon di kawasan hutan Negara beberapa waktu yang lalu.


Kepala Desa Pararungan Kecamatan Habinsaran, Purba Uli Panjaitan diponis 4 bulan penjara dan Jojor Marintan Napitupulu diponis 1 bulan potong masa tahanan atas pembukaan jalan dalam kawasan hutan lindung dan suaka marga satwa.Atas putusan ini, kejaksaan negeri Balige melakukan banding karena Jaksa menuntut 10 bulan penjara.



Wisjnu Wardana Rukmono sebagai Kasipidum Kejaksaan Negeri Balige berharap agar kepala desa membangun desanya dengan tidak melanggar undang-undang baik perkara khusus seperti korupsi maupun pidana umum termasuk pembukaan jalan dalam kawasan hutan Negara.



“Pemerintah dan instansi terkait perlu mengadakan sosialisasi agar kepala desa ini tau tentang undang-undang agar melek hukum," ungkap Wisjnu Wardana Rukmono di ruangannya Rabu, (25/11/20).


“Toba ini banyak kawasan hutan, jadikanlah hutan ini menjadi sahabat dan bukan menjadikan musuh. Hutan harus menjadi sahabat untuk perembangan desa. Jika ada hutan, desa harus makmur” lanjut Wisjnu Wardana Rukmono. (mtc/Pintor)

Penulis
: pintor maruli
Editor
: Faeza
Tag:kejari baligekades tobatoba

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.