Berita Sumut

Anwar Tanuhadi Mengaku Dijemput Paksa dan Diintimidasi Disuruh Bayar Rp5 Miliar

Faeza
mtc/ist
Fakta baru mencuat dan terungkap dalam persidangan lanjutan perkara dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp4 Milyar dengan terdakwa Anwar Tanuhadi.

MATATELINGA, Medan: Fakta baru mencuat dan terungkap dalam persidangan lanjutan perkara dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp4 Milyar dengan terdakwa Anwar Tanuhadi.

Anwar Tanuhadi yang dihadirkan secara Virtual di ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri Medan, Rabu (09/06/21), menjelaskan bahwa dirinya pada perkara ini dizolimi secara hukum. Sebab ia sama sekali tidak pernah kenal apalagi berhubungan dengan korban Joni Halim.

" Saya diambil dan dibawa secara paksa dari rumah saya di Jakarta Selatan pukul 23.00 WIB, katanya mau dibawa ke Polres Blok A. keluarga dan saya ditipu ternyata saya dibawa ke Polres Jakarta Pusat dengan tangan diborgol. Lalu di jebloskan ke penjara, " terang terdakwa dalam persidangan itu.

Lanjut Anwar, besok harinya, dia dibawa ke Medan menggunakan Batik Air. Sesampainya di Medan langsung dibawa ke salah satu kantor Polsek di Medan

Kemudian kata Anwar, ada pihak yang juga ikut mengintimidasi agar dia membayar hutang dan biaya yang sudah keluar untuk menjemput dirinya sebesar Rp, 5.000.000.000.

"Karena saya memiliki riwayat penyakit jantung koroner dan tak tahan dengan perlakuan mereka, saya pun menghubungi keluarga. Saya minta mentransferkan uang Rp2,5 milyar ke rekening orang yang bernama Rudi sesuai arahan pengacara Joni Halim, " jelas terdakwa Anwar.

Kemudian 2,5 Miliyar lagi dilakukan pembayaran selanjut memakai cek sebanyak 6 lembar, selain itu kata Anwar, dia juga dipaksa untuk menandatangani surat perdamaian sebagai syarat.

"Kemudian mereka mengeluarkan surat pelepasan saya, dinyatakan tak bersalah. Ketika diberikan kepada saya, lalu sempat di foto. Namun hal itu membuat petugas marah, kok foto-foto dengan suara keras, " ucap terdakwa Anwar secara daring.

Karena belum membayar lunas menunggu 6 lembar cek tersebut cair, surat yang menyatakan dirinya tak bersalah ditarik kembali dan menggantikan dengan surat penangguhan.

Menurut keterangan terdakwa Anwar, setelah dilepaskan dan pulang ke Jakarta, terdakwa langsung berkonsultasi dengan pengacara yang saat ini mendampinginya dalam persidangan. Setelah berkonsultasi maka 6 cek tersebut dibatalkan dan atas penangkapan dirinya, Anwar melaporkan pihak penyidik ke Propam Polda Sumut.

Dasar pengaduan penangkapan tersebut tentang prosedur penangkapan hingga intimidasi membayar hutang senilai Rp, 5 miliyar. Karena terdakwa tidak pernah kenal dan bertemu maupun pinjam uang kepada Joni Halim, Octo dan Albert.

Penulis
: Faeza
Editor
: Faeza
Tag:Anwar Tanuhadi PN Medan

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.