Berita Sumut

Anggota KAUM Dianiaya, Pengurus Minta Pelaku Segera Ditangkap

Administrator
Matatelinga/Istimewa

MATATELINGA, Medan : Tindak Pidana Penganiyaan berat terhadap Agung Harja, pengacara dan anggota Divisi Litigasi Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM), yang diduga dilakukan oleh sekelompok orang yang mengaku di Back Up Oknum Kepolisian dari Polda Sumatera Utara berujung dibuatnya Laporan Pengaduan di Polsek Medan Helvetia pada Selasa, 12/01/2021.

Agung Raharja selaku korban didampingi sejumlah pengurus KAUM membuat laporan karena merasa dirugikan akibat penganiyaan tersebut.

Agung Raharja mengatakan dibagian dada kiri dan pipi kiri nya terasa sakit, tangan kiri perih, dan dibagian kepala terasa pusing

Laporan di buat di SPKT Polsek Medan Helvetia sekitar pukul 21.00 Wib sesuai lokus delicti (tempat kejadian perkara), yaitu di Jl. Setia Luhur, Kel. Dwikora, Kec. Medan Helvetia. Dalam membuat laporan Agung didampingi oleh Yusri Fachari, Ahmad Zupri Harahap dan Zoelfikar Alibuto yang merupakan perwakilan pengacara KAUM.

Adapun pasal yang disangkakan terhadap pelaku yaitu dugaan melakukan penganiayan berat dan penganiyaan dengan secara bersama-sama sebagaimana diatur dalam UU No. 1 tahun 1946 tentang KUHP Pasal 170 jo. Pasal 352. Hal itu sesuai dengan surat Tanda Bukti Lapor Nomor: No.STTLP/18/I/2021/SU/Polrestabes Medan/Sek. Medan Helvetia, tertanggal 12 Januari 2021.

Mahmud Irsad Lubis, SH, Ketua KAUM melalui Eka Putra Zakran, SH, Kadiv Infokom menyampaikan bahwa atas peristiwa ini, KAUM sangat marah dan meminta aparat untuk mengusut tuntas serta menagkap pelaku penganiyaan terhadap anggotanya itu.

"Tadi subuh saya ditelepon Ketua Irsad dari Jakarta, bahwa beliau sangat marah atas terjadinya penganiyaan terhadap pengacara kaum tersebut, jelas Eka Putra Zakran yang akrab di sapa EPZA.

Lebih lanjut, Epza menjelaskan bahwa dalam UU No. 18 tahun 2003 ttg Advokat, diatur tentang hak imunitas dari seorang Advokat. Artinya Advokat punya hak imunitas dalam menjalankan tugas-tugas profesi.

"Advokat itu dilindungi UU, jadi gak boleh diteror dan gak booeh dianiaya, apalagi ini penganiayaan berat, jelas tindak kriminal donk", tegas EPZA.

Makanya, kita dari pengurus KAUM sepakat agar aparat dapat bertindak tegas terhadap pelaku. Kami akan awasi perkara ini sampai pelaku ditangkap, tutup Epza.

Penulis
: Mtc/Amr
Editor
: Amrizal
Tag:dianiayaditangkapKaum

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.