Berita Sumut

Waduh, Oknum Polres Binjai Ringan Tangan Saksi Dipukuli Di Kantor Polisi

Administrator
Matatelinga - Binjai, Waduh-waduh, gimana polisi negara ini. Minta tolong, kok pakai acara
main pukul segala. Emangnya, negara ini punya nenek moyang mereka apa?
Inilah ungkapan kekesalan Yogi (19) saat didampingi abangnya Hendra,
Senin (3/2) siang.

Pria yang menetap di Kelurahan Payaroba,
Kecamatan Binjai Barat, menjadi bahan pukulan petugas Polsek Binjai
Kota. Ironisnya, pemukulan tersebut dilakukan disaat korban yang diminta
jadi saksi atas kasus perampokan terjadi didalam kantor polisi.

Dijelaskan
korban, peristiwa pemukulan yang menimpanya terjadi Minggu (2/2)
dinihari. Saat itu korban dan dua orang temanya sedang berada di
Kelurahan Rambung, Kecamatan Binjai Selatan. Ketika tengah duduk-duduk
dipinggir jalan 6 personil kepolisian Polsek Binjai Kota, datang
menyergap salah satu perampok yang sudah diintai.

Karena Yogi,
dan temanya menyaksikan kejadian itu. Personil meminta mereka untuk
menjadi saksi dalam proses penangkapan.  Karena ingin berniat baik Yogi
dan ke dua temannya menuruti permintaan polisi. Yogi dan temannya pun
dibawa ke Polsek Binjai Kota, untuk menjadi saksi penangkapan perampok.

Setibanya
di Polsek Binjai Kota, Yogi sempat tertawan karena bercanda dengan
temanya. Kemudian seorang porsonil Binjai Kota berpangkat briptu yang
memiliki ciri-ciri bergigi tonggos agak tersinggung dengan tertawanya
yogi.

"Kau kok ketawa, nyabu kau ya, ketinggian kau ya," ujar
Yogi didampingi Hendra wartawan metro tv menirukan perkataan porsonil
Polsek Binjai Kota, yang memukuli. 

Tidak senang dengan tuduhan
sebagai pengguna narkoba. Kemudian Yogi, mengajak porsonil Polsek Binjai
Kota tersebut untuk sama-sam melakukan tes urine.

"Enak aja
abang nuduh aku sebagai pemakai narkoba, kalo abang mau ayo kita tes
sama-sama tes urine, tapi abang tes juga ya, biar tau kita siapa yang
pemakai narkoba," ujar Yogi, lagi kepada personil itu.

Emosi
dengan perkataan korban, kemudian porsonil Polsek Binjai yang berpangkat
briptu yang salah satunya dengan ciri-ciri gigi tongos, langsung
memukul korban dibagian muka, kemudian dua teman polisi tersebut juga
ikut memukuli korban dibagian perut dan pundak.

Akibat dipukuli 3
porsonil Polsek Binjai Kota, korban mengalami luka memar dibagian muka,
perut dan pundak. Merekapun berencana akan melaporkan permaslahan ini
ke Propam Polres Binjai. "Besok kami akan buat laporan. Jika laporan
kami tidak ditanggapi, kami akan melaporkan hal ini ke Polda saja," ujar
timpal Hendra.

Kapolsek Binjai Kota Kompol Hendarto Daka
mengakui, memang ada pihaknya melakukan penangkapan terhadap seorang
penjamberet yang melakukan kejahatan di Jalan Sudirman, dinihari kemarin
yang melarikan diri ke Binjai Selatan. Bahkan, dirinya tidak membantah,
ada laporan dari masyarakat yakni Hendra, yang mengaku kalau adiknya
mengaku dipukul anggotanya. Untuk itu, dirinya meminta, agar korban
datang ke Polsek Binjai Kota. Untuk menunjukan siapa anggotanya yang
main pukul tersebut untuk dihukum dan mencari kebenaranya.


(Hendra/Adm)

Tag:NatalBanjirjambretkorupsiMedanpenyiksaan

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.