Berita Sumut

Rekontruksi Keluarga Korban Histeris

Administrator
matatelinga.com
Rekontruksi kasus pembunuhan
MEDAN - Matatelinga, Unit Reskrim Polsek Sunggal menggelar rekonstruksi pembunuhan terhadap Diki Fernando Siregar,30, Warga Jalan Terang Bulan Kampung Sembilan, Desa Jati Dua, Sunggal, Jumat (16/1/2015) siang sekira pukul 10.00 WIB. Rekonstruksi tersebut digelar di halaman kantor Polsek Sunggal, Jalan TB Simatupang.

Dalam rekonstruksi tersebut, menghadirkan keempat tersangka yakni Ayun Setiawan alias Nanang, Armayuda Ginting alias Yuda, Kurniawan Sahputra Ginting alias Putra dan Jefri Sitepu alias Jefri. Selain itu, turut hadir keluarga korban dan jaksa penuntut umum.

Keempat tersangka pun nyaris menjadi bulan-bulanan keluarga korban yang tak terima atas kematian Diki. Kakak korban, Adiwati Siregar alias Wati yang menyaksikan reka ulang pembunuhan adik kandungnya tampak kesal dan sedih dengan meraung raung. Dengan wajah garang, Wati sempat beberapa kali mendekati para tersangka lantaran masih tak terima dengan kematian adiknya. Beruntung, petugas Polsek Sunggal langsung mencegahnya.

"Gimana enggak sadis, uda tergeletak dia (korban) sambil manggil-manggil nama Tuhan, tapi tetap saja ditusuknya," ungkap Wati.

Lantaran gagal menghajar para tersangka, Wati pun histeris. Ia menangis sejadi-jadinya sehingga mengundang perhatian yang ada dilokasi rekontruksi.

"Enggak terima adikku dibunuhnya seperti itu. Tolong pak polisi hukum dia (pelaku) seberat-beratnya," ucap Wati yang menangis tersedu-sedu.

Melihat Wati histeris, seorang perempuan paruh baya yang juga kerabatnya berusaha menenangkan. Tak berapa lama Wati pun akhirnya dapat ditenangkan.

Kapolsek Sunggal Kompol Aldi Subartono mengatakan, rekontruksi dilakukan sebanyak 9 adegan diperagakan dalam reka ulang tersebut. Mulai dari keempat tersangka duduk di pinggir rel hingga aksi pembantaian korban.

"Rekonstruksi tadi (kemarin, red) setidaknya menggambarkan perbuatan atau kronologis yang terjadi di lokasi pembunuhan. Jadi, di situ terlihat peran pelaku guna memberikan penjelasan kepada jaksa," kata Aldi.

Tambah Aldi, aksi pembunuhan yang dilakukan keempat pelaku tanpa perencanaan. Mereka melakukan spontanitas saja. Sedangkan motifnya murni kasus pembunuhan, tidak ada motif lain.

"Para tersangka kita jerat Pasal 338 subs 170 ayat 3 KUHPidana, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun," sebut mantan Kasat Reskrim Polres Langkat ini.

Lanjut Aldi, hasil dari penyelidikan pihaknya, pelaku memang empat orang. Namun, jika ditemukan bukti baru tidak menutup kemungkinan bakal bertambah.

"Keempat tersangka yang kita tangkap tersebut terbilang cepat. Dalam waktu 18 jam mereka kita ringkus dengan metode cek TKP (tempat kejadian perkara,"katanya.

(Mt)

Tag:rekontruksi

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.