Berita Sumut

Pungut Ulang Diwarnai

Administrator
Matatelinga - Lubuk Pakam, Menjelang pemungutan suara ulang di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 18 dan 40 Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, seorang warga Dusun 13 Desa Sei Semayang sebagai pemilih melaporkan dugaan politik uang yang terjadi, pada Senin (10/2/2014) malam ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Deliserdang, Rabu (12/2/2014) siang.

    

Bob Zunaidi (34) penduduk Dusun 13 Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal ini mendatangi Kantor Panwaslu Kabupaten Deli Serdang di Jl. A.Yani, didampingi Sekretaris Tim Pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Deli Serdang, Nomor Urut 6, Syawaluddin Gultom. Kedatangan Bob membuat laporan ke Kantor Panwaslu Deli Serdang, diterima langsung Ramadhona Lubis, SH selaku konsultan hukum Panwaslu Deli Serdang. Pelapor juga menyerahkan barang bukti berupa berkas surat pernyataan dan uang pecahan senilai Rp 100 ribu sebanyak lima lembar.

    

Dibeberkan Bob Zunaidi, seminggu lalu, dirinya menerima telepon dari Kepala Dusun (Kadus) 14, Husni Thamrin alias Uyung untuk datang ke rumahnya karena ada keperluan. Namun, saat tiba di rumah Kadus, pada hari Senin, 10 Februari 2014 malam, dirinya disodorkan uang pecahan Rp 100 ribu sebanyak lima lembar dengan jumlah total senilai Rp 500 ribu dengan alasan tertentu. "Kadus menyebutkan bahwa uang itu pemberian dari pasangan nomor urut 1, Ashari Tambunan-Zainuddin Mars," kata Bob, mengutip ucapan Kadus.

   

 "Kau ambil uang ini. Kalau gagal nomor 1, abang juga yang susah. Jadi kau terima aja," ungkap Bob menirukan ucapan Kadus, Husni Thamrin saat ditemui di Kantor Panwaslu Deliserdang.

   

 Setelah menerima uang itu, Bob menceritakan, bahwa dirinya melaporkan kejadian dan menyerahkan kasus politik uang itu ke Tim Pemenangan pasangan nomor urut 6 yang sedang melakukan pengawasan di TPS 18 dan TPS 40 Desa Sei Semayang. Kemudian setelah melengkapi berkas, baru datang ke Kantor Panwaslu Deliserdang untuk membuat laporan," ujarnya.

   

 Sementara Sekretaris Tim Pemenangan, Syawaluddin Gultom mengemukakan, bahwa Tim "Abdi" baru tiga warga yang ditemukan diberikan uang oleh Tim Pasangan calon nomor urut 1. Namun, pihaknya masih akan tetap melakukan pemantauan dan membantu pengawasan di TPS 18 dan 40 Desa Sei Semayang tersebut.

    

Selain membuat pengaduan ke Panwaslu Deliserdang, pihaknya akan membuat pengaduan ke Sentra Gakumdu ke Polres Deliserdang. "Tidak hanya ke Panwas, kami buat pengaduan ke Sentra Gakumdu sebagai penegakan hukum Pilkada Deliserdang. Karena bentuk pidana, jadi diharapkan bisa dapat ditindaklanjuti dengan memberikan saksi pidana terhadap pelakunya," tegas Gultom.

  

 Pada kesempatan itu, Humas Panwaslu Deli Serdang, Fakhruddin membenarkan, bahwa Panwaslu Deli Serdang ada menerima laporan kasus dugaan politik uang yang dilaporkan oleh Terlapor atas nama Bob Zunaidi. "Laporan dugaan politik uang ini diterima Panwaslu Deli Serdang, dan langkah selanjutnya akan mengundang klarifikasi pada pelapor, saksi-saksi, terlapor dan pihak-pihak terkait lainnya, serta pihak-pihak yang dirasa perlu untuk pendalaman kasus," ungkapnya.

    

Kemudian dari hasil pendalaman kasus ini, baru dapat disimpulkan atas laporan tersebvut, apakah merupakan pelanggaran pemilu atau bukan pelanggaran pemilu. Untuk itu diharapkan pihak-pihak yang diundang oleh Panwaslu Deli Serdang agar dapat hadir dan memberikan keterangan yang sebenarnya.

    

Jika nantinya terbukti dan memenuhi unsur pidananya, kata Fakhruddin, kasus dugaan politik uang ini akan ditindaklanjuti ke Sentra Gakumdu. Sebelumnya, Panwaslu Kecamatan Sunggal sudah meneruskan kepada Panwaslu Deli Serdang, dua laporan dugaan pelanggaran administrasi pemilu kepada KPU Deli Serdang, kedua laporan itu dilakukan oleh tim pemenangan dan kampanye pasangan nomor urut 1 dan nomor urut 6 Desa Sei Semayang.

(Kocu/Adm)

Tag:capresdemoKPUPanwasPilkada

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.