Berita Sumut

Polisi Kejar Tiga Pelaku Lain

Administrator
Matatelinga - Medan, Petugas Polsek Medan Timur yang menangani kasus mobil avanza membawa 12 ganja yang tertabrak kereta api di perlintasan Jalan Ampera II/Alfala Raya Medan Barat, Selasa (11/2/204) sekira pukul 22.30 Wib, masih mengejar tiga orang penumpang yang berhasil melarikan diri.

"Sabar dulu ya, masih pengembangan," kata Kapolsek Medan Timur Kompol Juliani Prihartini sambil meninggalkan sejumlah wartawan.

Terlihat sejumlah petugas Unit Reskrim Polsek Medan Timur mengapit seorang tersangka yang ketangkap saat kejadian itu. Tersangka yang bernama Salihin (26) warga Desa Bukur Kecamatan Taranggoan Gayo Lues, dibawa oleh petugas mengendarai mobil.

Menurut data yang diperoleh, pelaku masih tiga rekan tersang yang berhasil kabur dalam kecelakaan itu. Ketiganya diketahui bernama Nasrun (20), Sultan (17) dan Nasrudin (20).

Seperti diketahui, Satu unit mobil avanza BK 1976 KD yang membawa ganja sebanyak 12 Kg ditabrak kereta api di perlintasan Jalan Ampera II/Alfala Raya Medan Barat, Selasa (11/2) sekira pukul 10.30 Wib.

Menurut seorang warga sekitar, mobil berwarna hitam itu datang dari arah Alfala Raya menuju Jalan KL Yos Sudarso. Saat diperlintasan rel kereta api yang tidak punya pintu palang itu, kereta api dari arah Medan ke Belawan tiba-tiba muncul.

Mobil tersebut terpental hingga 25 meter. Anehnya, empat penumpang yang ada di dalam mobil selamat dan langsung melarikan diri.

Warga yang curiga atas pelarian itu mencoba menangkap seorang diantaranya. Ternyata kecurigaan itu benar, mobil itu membawa ganja 12 Kg.

Sejumlah warga pun langsung melaporkan kepada pihak Polsek Medan Timur. Untuk penyelidikan lebih lanjut, seorang tersangka itu bernama Salihin warga Jalan Pelangi Medan Kota ikut barang bukti ganja diboyong ke Mako.

(Eko/Adm)

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.