Berita Sumut

Poldasu Gelar cara Pengamanan Pemilu 2014

Administrator
Matatelinga - Medan, Ratusan pengunjuk rasa merampas kotak suara yang berisikan suart suara para calon legislatif denga  sigap petugas mengamankan para pelakunya.


Hal tersebut terjadi di jalan Imam Bonjol Medan tepatnya depan Kantor Dewan perwakian rakyat Daerah Sumatera Utara,Kamis (14/3/2014) siang, didepan para pejabat yakni kapoldasu, ketua DPRD Medan, Plt Walikota Medan serta yang lainnya, dalam simulasi penangan pesta demokrasi yang akan datang berlangsung.


Kepolisian Polda sumatera Utara dengan menurun personil diperkirakan 2000 dilengkapi tameng,mobil water kenon untuk menghalau pengunjuk rasa bila ada para pendemo yang melakukan unjuk rasa diluar kekentuan yang telah ditetapkan.


Simulasi kepolisian Poldasu dibantu TNI  dengan berbagai skenario mulai dari pengamanan terhadap kerusuhan mulai dari pelaksanaan kampanye, hingga berbagai gangguan yang terjadi sepanjang proses pemungutan suara hingga pelaksanaan penghitungan perolehan hasil pemungutan suara.


"Ini semua skenario yang kita anggap berpotensi terjadi saat pemilu," kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Syarief Gunawan.


Kapolda menjelaskan, eskalasi gangguan pemilu dibagi 3 tahapan sesuai dengan kerawanan yang ditimbulkan, yakni hijau untuk menggambarkan

situasi kondusif, kuning untuk eskalasi gangguan menengah, dan merah untuk eskalasi gangguan yang bersifat darurat.


"Mudah-mudahan eskalasinya tidak sampai kuning atau merah," ujarnya.



(Adm)


Tag:NatalPemiluBanjirjambretkorupsiMedanpenyiksaan

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.