Berita Sumut

Pergi Jadi TKW Ke Malaysia Warga Binjai, Pulang Jadi Mayat

Administrator
Matatelinga - Binjai, Tangis histeris langsung pecah mengiringi kedatangan jenazah Anita Purnama Boru Hutahuruk (35), Sabtu (8/2/2014). Wanita yang menetap di Jalan Bintara, Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota, terbujur kaku dan mulai membusuk.

Selain tubuhnya terbujur kaku, yang tertinggal dari wanita yang mengais rezeki ke negeri jiran Malaysia, hanyalah sebuah paspord, cincin, kalung emas dan uang sebesar 1 ringgit yang tertinggal di dompet.

Wanita berambut lurus ini diduga merupakan salah satu korban dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab demi mendapatkan keuntungan semata. "Adik kami, memang ijin ama keluarga mau menjadi TKW ke Malaysia. Kata penyalur bernama Umi, dirinya akan dikerjakan sebagai pegawai rumah makan di Malaysia," terang Srinilawati, kakak ipar korban yang kerap bertelponan sebelum korban tewas.

Akan tetapi, sesampainya ke negeri jiran tersebut, korban bukanya dijadikan pegawai rumah makan, melaikan korban dijadikan sebagai pembantu rumah tangga dan mebuatnya tidak tahan.

"Dia berangkat dari Medan, dengan menggunakan paspord sekitar tanggal 13 Agustus tahun 2013. Tapi sampai disana, dia malah dijadikan sebagai pembantu rumah tangga," seru Srinilawati, dengan mata berkaca-kaca didampingi beberapa sanak family yang tengah berkabung.

Hingga akhirnya, korban dan beberapa rekan seprofesinya berontak. Mereka kabur dari rumah majikan mereka. Dengan bermodalkan uang seadaanya mereka lontang-lantung berusaha bertahan hidup. Tapi dirinya tidak pernah mengeluhkan hal itu kepada keluarganya di Binjai dan mengaku akan pulang ke tanah air.

"Dia sering telponan dengan aku. Tapi sedikitpun tidak pernah mengeluhkan nasibnya. Yang disesalkanya hanya, kenapa dirinya ditipu oleh agensi yang mengirimnya. Hanya itu saja keluhanya saat bertelponan denganku," lirih Srinilawati.

Dirinya memang menepati janji itu untuk pulang ke tanah air. Tapi, kedatangnya ketanah air tidak lagi bernyawa. Anita Purnama Boru Hutahuruk, datang dengan kondisi membusuk dalam peti mayat. 

"Kami dapat kabar, kemarin malam (Jumat-red) kalau ada yang mengaku dari Pol Airut (polisi laut-red), telah menemukan jenazah wanita yang mengaku kalau jasad itu adalah ibu," seru Faisal, keponakan korban.

Namun mereka tidak percaya dan berusaha mencari keberadaan dari korban dengan berusaha menghubungi telepon selularnya, tapi usaha mereka malam itu juga sia-saia hingga akhirnya mereka menagku akan menjemput mayat korban.

"Kami langsung berhubungan dengan orang yang melalui hape mengaku Pol Airut itu, dan kami percaya dengan ciri-ciri yang diberikan dengan gambar (tato-red) mawar di pundaknya. Hingga kami berusaha menjemput mayatnya," timpal mereka.  

Hanya melalui selular, pihak keluarga berhubungan dengan pol airut tersebut dan membuat perjanjian bertemu di SPBU Kota Pinang. Tanpa banyak berbincang-bicang, mereka (Pol Airut-red) menyerahkan jasadnya yang terbungkus pelastik mayat didalam peti. Meski sempat mebuka mayat sebentar sebelum dikebumikan, namun mereka tidak yakin kalau korban tewas akibat tenggelam seperti yang dikatakan oleh oknum polisi Pol Airut kepada mereka.

"Kami hanya ingin kejelasan apakah benar keluarga kami tewas karena tenggelam dilaut atau sudah terlebih dahulu dihabisi majikanya di Malaysia. Kemana kami harus mengadu. Kami tidak tahu harus berbuat apa lagi pak. Yang kami terima hanya surat kematian dari rumah sakit Sinoboi dan beberapa barang yang tertinggal. Tolong bantu kami pak," pinta para keluarga agar untuk mengetahui penyebab kematian korban di negeri seberang. 

(Hendra/Adm)

Tag:TKW

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.