Berita Sumut

Pengungsi Akui Dana Bantuan Pemerintah" Di Korupsi Rp 100 Ribu"

Administrator
Matatelinga - Medan, Data yang diperoleh dilapangan, bantuan pemerintah untuk pengungsi korban Sinabung dikabarkan dikorupsi oleh pihak tak bertanggung jawab, menyebabkan sejumlah pengungsi resah. Namun, kejadian tersebut para pengungsi tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan fakta itu secara terbuka.


Irwansyah Ginting pengungsi pada wartawan menyebutkan, yang sejak tiga bulan lalu mengungsi ke Mesjid Amal Bakti Tanah Karo bersama warga lain dari tujuh desa yang terkena dampak erupsi Gunung Siabung mengaku kepada wartawan, bahwa dirinya dan warga lain dari tujuh desa yang mengungsi ke Mesjid Amal Bakti mengalami pemotongan dana bantuan dari pemerintah tersebut.


Tambah Irwansyah,dirinya beserta warga lain yang mengungsi di mesjid Amal Bakti Seharusnya menerima penuh dana bantuan dari pemerintah tetapi dana bantuan itu malah di potong oleh koordinator yang membagikan uang bantuan tersebut sebesar Rp 100 ribu per-orang. "tapi maaf, saya belum bisa bilang siapa nama yang memotong uang bantuan itu, saya takut juga," bebernya.


Bantuan pemerintah lainnya seperti sarung pun belum diterima dirinya dan pengungsi lain di Mesjid Amal Bakti Tanah Karo. "Udah tiga bulan sarung itu dijanjikan tapi belum juga ada diberikan sampai sekarang," ungkapnya.


Secara terpisah, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, bahwa dirinya belum mengetahui mengenai pemotongan dana bantuan itu. Dia meminta agar pengungsi yang merasa dirugikan tersebut agar mendatangi posko nasional dan menceritakan semua keluhan-keluhan itu. "Suruh saja pengungsi tersebut ke Posko Nasional. Ceritakan semua. Nanti kita kasih," ujar Sutopo  melalui telepon selulernya, Kamis (13/2/2014).


Lanjut Sutopo, mengenai bantuan ditangani langsung oleh pemda Tanah Karo sementara, untuk "cash for work" itu BNPB telah menyalurkan dana bantuan sebesar Rp 7,2 milyar ke Menkokesra yang kemudian disalurkan melalui pemda setempat. "Ya ini kan tanggung jawab pemda, dana bantuan BNPB pun Pemda Tanah Karo yang menangani," pungkasnya.


Ditempat terpisah, Kadis Infokom Tanah Karo, Robert Perangin-angin mengaku bahwa, tempat pengungsian sering disusupi oleh orang-orang yang tidak dikenal dan tidak terdaftar sebagai pengungsi.


Salah seorang warga yang mengaku pengungsi pun pernah di wawancarai oleh salah satu media televisi swasta, ternyata warga itu adalah tukang bengkel di Kabanjahe. "Selama ini, setiap bantuan kita salurkan sesuai dengan prosedur, jika memang ada laporan seperti itu akan kita kroscek terlebih dahulu mana tau ternyata bukan pengungsi," ujar Robert.


"Pokoknya, nanti kita cek dulu, apa benar namanya terdaftar," diakhir penjelasannya.


(Dewi/Adm)

Tag:NatalBanjirjambretkorupsiMedanpenyiksaan

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.