Berita Sumut

Penertiban Kenderaan Roda Empat 5 Ditilang, 1 Digembok

Administrator
matatelinga.com
Petugas Gembok Kenderaan roda empat
MEDAN - Matatelinga, Penertiban kendaraan yang parkir di badan Jalan Nibung Raya, Medan Petisah, menuai protes para pemilik showroom mobil. Pasalnya, para pemilik showroom tersebut keberatan lantaran mereka setiap bulannya membayar iuran parkir kepada oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan. Para pemilik showroom pun tak perduli meski rambu dilarang parkir terpampang jelas di jalan tersebut.

Salah seorang pemilik showroom yang enggan disebutkan namanya mengaku, penilangan yang dilakukan petugas kepolisian terhadap kendaraan yang parkir di jalan itu seakan tak memperdulikan nasib para pekerja dan showroom mobil.

"Sejak 2008 kami sudah parkir di pinggir jalan ini (Nibung Raya). Bagaimana usaha kita kalau tidak ada parkir, sementara setiap bulannya kita dikutip iuran parkir," ujar wanita yang mengenakan kaos berwarna oranye ini saat diwawancarai Jumat (16/1/2014) sore.

Ia mengaku keberatan dengan langkah kepolisian yang melakukan penilangan, sementara oknum petugas dishub melakukan pengutipan setiap bulannya. "Kita sudah melakukan koordinasi dengan Dishub tetapi tidak ada solusinya. Makanya kita tetap parkir di situ tetapi hanya satu baris saja," cetusnya.

Mengenai oknum dishub yang melakukan pengutipan tersebut, ia enggan membeberkan. Wanita berambut ikal ini menyarankan agar langsung konfirmasi dengan dishub.

"Kami berharap kepada pemerintah agar memberikan solusinya supaya memikirkan juga nasib para pekerja dan pengusaha showroom mobil. Kami menginginkan agar rambu larangan parkir dicabut dan diterapkan parkir sejajar atau satu baris saja. Sebab, ini jalan umum bukan pribadi dan siapa saja boleh melintas," tukasnya.

Tak jauh beda dengan wanita tersebut. Pemilik showroom lainnya mengaku bakal terus memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan itu. "Saya sudah 30 tahun di sini, sejak rambu dilarang parkir belum terpasang. Jadi, kalau dua baris parkir silahkan saja ditilang. Tetapi, kalau satu baris ditilang kami keberatan," ujar pria kulit hitam dengan memakai rantai emas yang namanya enggan dikorankan.

Menurutnya, aturan dilarang parkir tersebut sangat merugikan para pengusaha dan pekerja showroom. "Bagaimana dengan konsumen kami yang parkir, apakah harus di tempat lain dan mereka berjalan? Jadi, kalau satu baris parkir ditilang kami keberatan. Istilah kasarnya, kami pun siap mati karena kami cari makan di sini kalau satu baris ditilang," tukasnya.

*5 Mobil Ditilang, 1 Digembok*

Sementara itu, petugas Unit Lalu Lintas (Lantas) Polsek Medan Baru yang bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Medan melakukan penertiban kembali kendaraan roda empat yang parkir di pinggir badan Jalan Nibung Raya, Medan Petisah, sekira pukul 16.00 WIB. Sebanyak 5 unit mobil ditilang dan 1 Pajero Sport hitam BK 89 ID digembok.

Kepala Unit (Kanit) Lantas Polsek Sunggal AKP Mitha Natasia mengaku, pihaknya bakal terus melakukan penertiban terhadap kendaraan yang parkir di jalan tersebut. "Selagi masih ada yang parkir di badan jalan, kita bakal terus melakukan penindakan," ujar Mitha di lokasi penertiban.

Namun demikian, lanjutnya, penertiban kendaraan yang parkir tersebut tidak dilakukan setiap hari. Karena, pihaknya ada tugas dan tanggung jawab yang lainnya.

"Pada prinsipnya kita tetap menindak hal-hal yang melanggar aturan yang ada. Karena, sudah jelas-jelas ada rambu larangan parkir tetapi tetap saja membandel," ujarnya.

Mitha mengaku, sebelum melakukan razia atau penertiban tersebut, pihaknya telah melakukan pemantauan. "Sebelum razia kita gelar, kita sempat memantau lokasi dan ternyata benar ada kendaraan yang parkir. Setelah itu, kita langsung melakukan penertiban," ucapnya.

Ia menyebut, dalam razia itu satu unit mobil digembok lantaran pemiliknya tak ada. "Razia tersebut kita lakukan bersama dengan petugas Dishub Kota Medan. Mereka (petugas dishub) menggembok satu mobil karena pemiliknya tak juga muncul,".


(Mt)

Tag:penertiban

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.