Berita Sumut

Pemko Medan Terima Bantuan Becak Sampah Bermotor & Bak Kontainer

Administrator
matatelinga.com
Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S Msi Hadiri Serah Terima Becak Sampah Bermotor
MEDAN - Matatelinga, Pemko Medan menerima bantuan coorporate social responsibility (CSR) dari sejumlah stakeholder dalam bentuk becak sampah bermotor dan bak kontainer untuk penampung sampah. Dengan bantuan yang  diberikan tersebut, Dinas kebersihan Kota Medan  diharapkan mampu mengatasi persoalan sampah yang menjadi masalah selama ini. Sebab, sarana dan prasarana yang mereka dimiliki tidak mampu mengatasi sampah warga yang setiap harinya menghasilkan 1.900 ton sampah.

Adapun stakeholder yang menyerahkan bantuan CSR itu yakni Bank Sumut berupa 47 unit becak sampah bermotor senilai Rp.1.001.663.285,  Bank Mandiri sebanyak 12 unit becak sampah bermotor senilai Rp.300 juta dan Yayasan Surya Kebenaran Internasional (YSKI)  dalam bentuk bak kontainer untuk penampung sampah. Bantuan CSR ini diserahkan langsung kepada Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi di Kangtor Dinas Kebersihan Jalan Pinan Baris Medan, Jumat (16/1/2015).

Wali Kota sangat mengapresiasi dan menyambut gembira atas bantuan CSR tersebut. Bantuan itu dinilainya sebagai wujud kontribusi perusahaan dalam membantu Pemko Medan, guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara keseluruhan, terutama di bidang kebersihan.

"Semoga bantuan CSR dalam bentuk becak sampah bermotor dan bak kontainer ini semakin meningkatkan kualitas kebersihan kota. Di samping itu secara keseluruhan dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat Kota Medan yang kita cintai ini," kata Wali Kota.

Mantan Sekda Kota Medan ini selanjutnya mengingatkan kepada Dinas kebersihan, agar dapat mengoptimalkan fungsi dan pemanfaatan  bantuan CSR  berupa becak sampah bermotor dan bak container ini, bersama dengan sarana dan prasarana yang sudah ada sebelumnya, terutama untuk meningkatkan cakupan pelayanan kebersihan yang dilakukan setiap harinya sampai ke lingkungan-lingkungan.

"Dengan demikian masyarakat dapat merasakan semakin dilayaninya mereka, sehingga dengan penuh sukarela mendukung program Medan Berhias yang sudah kita canangkan selama ini dalam upaya menjadikan Kota Medan lebih bersih, hijau, asri dan sehat," ungkapnya.

Kemudian Wali Kota berharap, bantuan yang telah diberikan Bank Sumut, Bank Mandiri dan YSKI ini dapat memotivasi stakeholder lainnya untuk melakukan hal yang sama upaya menjadikan ibukota Provinsi Sumatera Utara bersih sampah. Sebab, masalah kebersihan bukan tanggung jawab pemerintahs emata tetapi seluruh lapisan masyarakat maupun stakeholder. 

Sementara itu Direktur Pemasaran bank Sumut, Ester Junita Ginting mewakili stakeholder mengatakan, bantuan CSR senilai Rp.1,1 miliar ini  dalam bentuk 47 unit becak sampah bermotor  sebagai wujud kepedulian Bank Sumut terhadap lingkungan. Ester berharap bantuan yang diberikan ini dapat membantu mendukung program Medan Berhias yang kini terus digelorakan Pemko Medan di seluruh wilayah Kota Medan.

Ester menjelaskan, sesuai dengan keputusan RUPS, Bank Sumut setiap tahunnyaakan menyisihkan sedikit dari labanya. Untuk tahun 2014, Bank Sumut telah menyisihkan sebagian labanya untuk CSR. Dari seluruh alokasi dana CSR yang telah dikucurkan untuk pemerintah provinsi, kabupaten dan kota sebesar Rp.38 miliar.

Untuk Kota Medan sesuai dengan alokasi yang telah diputuskan dalam RUPS kata Ester, dana CSR-nya sebesar Rp.2,2 miliar. Dari jumlah itu, telah dicairkan sebesar Rp.1,1 miliar dalam bentuk 47 unit becak sampah bermotor. Sisanya yang Rp.1,1 miliar lagi masih dalam proses dan kita akan minta masukan dari Pemko Medan, kegiatan CSR apa lagi yang dibutuhkan Kota Medan, jelasnya.

Kadis Kebersihan Kota Medan, Ir H Ebdar Sutan Lubis MSi  mengaku sangat gembira atas bantuan CSR yang diberikan Bank Sumut, Bank Mandiri dan YSKI. Tentunya bantuan itu sangat membantu pihaknya dalam mengatasi persoalan sampah yang ada selama ini. Pasalnya sarana dan prasarana yang mereka miliki tidak mendukung untuk mengatasi sampah warga.

                Dikatakan Endar, berdasarkan asumsi sampah, setiap jiwanya warga Kota Medan menghasilkan sampah sebanyak 0,7 kg perhari. Dengan begitu total sampah yang dihasilkan warga Kota Medan setiap harinya sebanyak 1.900 ton. Namun dengan sarana dan parasarana yang dimiliki Dinas Kebersihan saat ini, sampah yang mampu diangkat hanya Rp.1.300 ton perhari.

"Kemampuan mengangkut sampah itu bisa berkurang lagi, sebab truk-truk yang dimiliki saat ini sudah "tua" sehingga rentan dengan kerusakan. Jika sudah rusak tentunya harus menjalani perbaikan. Akibatnya dalam beberapa hari tidak mengangkut sampah. Alhamdulillah dengan bantuan yang diberikan ini, kita berharap mampu mengatasi masalah sampah," ujar Endar optimis.

(Mt/Hendra)

Tag:

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.