✕
Berita Sumut

Manajemen RS Pirngadi Diharapkan Jalankan Tata Kelola BLUD Sesuai Aturan

Administrator
google
Ilustrasi
MEDAN - Matatelinga, HT Bahrumsyah selaku anggota Komisi B DPRD Medan  meminta kepada manajemen RSUD Dr Pirngadi agar menjalankan tata kelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sesuai aturan.

“Hal yang penting, pertama, RS Pirngadi merupakan BLUD tentunya cara melaksanakan tata kelola harus sesuai dengan Perwal nomor 4 tahun 2012 dan nomor 5 tentang peraturan keuangan. Kalau dijalankan dengan benar maka Insya Allah jalan sesuai dengan kondisi yang diharapkan. Kalau tidak, saya khawatir, karena tidak sama dengan SKPD. RS Pirngadi ada Rencana Bisnis Anggaran (RBA) nya untuk 1 tahun dan ada renstra 5 tahun,” jelas Bahrumsyah dalam kunjungan kerja ke RSUD Dr Pirngadi Medan, Jum’at (16/1/2015) di ruang rapat rumah sakit tersebut.

Dikatakannya, Bahrumsyah juga berharap tetap ditingkatkannya pelayanan kepada pasien dan perhatian kepada jasa medis seperti security, juga urusan fisik dan sarana yang ada.

dr Edwin Effendi selaku direktur RS dr Pirngadi Medan dalam kata sambutannya mengatakan, secara umum target tahun 2014 sudah tercapai dari segi pendapatan yang ditetapkan. Walaupun ada yang tidak bisa dikerjakan karena kendala tehnis pada masa peralihan direktur yang lama kepada dirinya.

"Tahun ini orientasi kegiatan pada penilaian akreditasi seperti pelayanan, sarana fasilitas dan lingkungan harus sesuai standar layanan, sesuai SOP, tidak hanya sekedar melayani. Kita buat komitmen bersama untuk memenuhi penilaian akreditasi, ada monitoring mingguan dan evaluasi bulanan," jelas Edwin.

Tidak hanya itu, dalam memberikan pelayana terbaik, Edwin juga menegaskan akan menerapkan motto rumah sakit yaitu Aegroti Salus Lex Suprema yaitu kepentingan penderita yang sekarang pasien adalah yang utama. “Ini harus terpatri, bukan sekedar simbolis tetapi harus diwujudkan, agar tidak ada keluhan. Mencukupi sarana dan petugas yang melayani pasien dengan maksimal,” ujarnya.

Begitupun, menyikapi keterbatasan anggaran, Edwin mengatakan akan membuat skala prioritas di Intensive Care Unit (ICU), ICCU, Forensik, Hemodialisa, UTD dan laboratorium.  “Jadi, ada kebutuhan besar dan kebutuhan rutin yang bisa ditanggulangi,” imbuhnya.

Menanggapi jasa medis yang perlu ditingkatkan, Edwin mengatakan hal itu juga terkendala dengan anggaran, dimana kalau dinaikkan maka akan berdampak kepada pengurangan pekerja. ‘Tapi ini tetap menjadi perhatian. Untuk pengelolaan BLUD, perlunya pendampingan dari BPK,” ujarnya.

Sedangkan mengenai parkir, Edwin mengatakan, saat ini sedang uji coba dan akan membuat kebijakan baru dengan pihak ketiga. Setelah Januari, akan dibuat parkir khusus dan tidak dikutip bayaran serta parkir umum. “Kita sudah kordinasi dengan Pemko dan Dishub,” imbuhnya.

Rencana memperoleh akreditasi itu mendapatkan apresiasi dari Bahrumsyah  namun dengan harapan tetap menjalankan sesuai aturan tata kelola keuangan BLUD. “Maka perlu tim pengawas,” sarannya.

(Mt/Man)

Tag:

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.