Berita Sumut

LBH Medan Tuding Pemprovsu Lakukan Pemborosan Rp 700 M Perbulan

Administrator
Matatelinga - Medan, Langkah yang diambil Pemprovsu dalam upaya penanganan krisis listrik di
Sumatra Utara dengan cara menyewa genset sebesar Rp 700 Miliar/bulannya
untuk memenuhi deficit listrik di Sumatera Utara yang mencapai 300
Megawat (MW) dari kebutuhan 1.650 MW mendapatkan kritikan tajam dari
elemen masyarakat di Sumatra Utara.

Kritikan ini disampaikan
oleh LBH Medan karena menilai upaya yang dilakukan tersebut bukan suatu
solusi ataupun kebijakan yang tepat yang diambil oleh pihak pemprovsu.

"Justru
langkah tersebut makin menambah beban anggaran negara dan LBH Medan
beranggapan penggunaan dana negara untuk penyewaan genset itu adalah
sia-sia"ucap Wadir LBH Medan, Muhammad Khaidir F. Harahap, SH kepada
wartawan, Senin (3/2/2014).

Menurut kita, penyewaan genset
dengan biaya yang cukup signifikan dan sangat besar tentu dapat
berdampak kepada pemborosan biaya anggaran belanja negara yang memakai
dana negara sebesar Rp 700 Miliar/bulan hanya untuk penyewaan genset
saja.

Seharusnya pemerintahan Pemprovsu dalam mengambil kebijakan dilandasi dengan pertimbangan ekonomis dan efisiensi, ja

ngan
terlalu buru-buru dan terpaksa. Dalam menanggulangi krisis listrik di
Sumatera Utara ini tanggung jawab untuk menyelesaikannya semestinya
bukan kepada pihak pemerintahan pemprovsu tapi selayaknya
ditanggungjawabin oleh Menteri BUMN selaku pimpinan tertinggi dari BUMN.


Kemudian kita ketahui saat ini beberapa pejabat dan karyawan
PT. PLN sedang menjalani proses hukum karena terkait dugaan tindak
pidana korupsi mesin pembangkit listrik di Belawan dan perkara tersebut
lagi di tangani oleh pihak penyidik Kejaksaan Agung, dan dalam hal ini
tentunya pihak Kejaksaan Agung telah menyita turbin yang diduga sebagai
barang bukti yang dikorupsi.

Dalam pandangan LBH Medan, turbin
yang disita oleh penyidik Kejagung akan terbengkalai begitu saja dan
mungkin saja bisa rusak karena tidak dipergunakan.

Menurut hemat
Kami, alangkah bijaknya jika pihak Pemerintahan Pemrovsu atau Menteri
BUMN mengambil suatu keputusan yang arif dan bijaksana agar biaya negara
bisa efisien dan tidak boros, melakukan upaya pinjam pakai terhadap
turbin yang disita Kejaksaan Agung untuk dipakai dalam menangani krisis
listrik di Sumatera Utara.

Dengan langkah ini adalah solusi yang
tepat guna mengantisipasi anggaran negara dalam penanganan krisis
listrik di Sumatera Utara bisa efisien dan hemat. Tidak mungkin lah
pihak kejaksaan agung tidak mau memberi untuk pinjam pakai terhadap
mesin/turbin yang disita itu, karena tujuan nya untuk kepentingan
pemenuhan kebutuhan listrik bagi masyarakat di Sumatera Utara.

Jadi
kami berharap agar pemerintah Pemprovsu untuk meninjau kembali atau
setidak-tidaknya membatalkan penyewaan genset tersebut yang cenderung
pemborosan anggaran negara.

Kita tidak bisa memprediksikan
sampai berapa lama penanganan krisis listrik di Sumatera Utara ini bisa
diselesaikan dan kembali berjalan normal. Bayangkan saja, sewa genset
per bulannya itu Rp 700 Miliar, 1 tahun saja berarti biaya yang harus
dikeluarkan untuk sewa genset adalah Rp 8,4 Triliun ? apakah ini tidak
pemborosan dan inefisiensi?.

Dan tidak ada yang bisa menjamin
krisis listrik di Sumatera Utara ini bisa terselesaikan dalam 1 tahun
ini. Kalau hal ini terus dipaksakan tetap menyewa genset dengan biaya
yang Rp 700 Miliar, maka kami mensinyalir akan menimbulkan peluang
korupsi baru dilingkungan Pemprovsumut dan pembengkakan anggaran belanja
negara hanya karena biaya penyewaan genset.

Untuk itu kita
berharap agar pemerintah Pemprovsu membatalkan penyewaan genset itu
dengan berupaya melakukan pinjam pakai mesin turbin yang saat ini disita
oleh penyidik Kejaksaan Agung.

Jadi Kami pikir itu merupakan
langkah yang tepat dan bijaksana untuk menangani krisis listrik di
Sumatera Utara agar anggaran negara bisa lebih hemat dan tidak boros

(Rel/adm)

Tag:PLNbomkejatisukoropsikoruptor

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.