Berita Sumut

Khawatir Berdampak PHK, Buruh Tolak Kenaikan TDL

Administrator
Matatelinga - Medan, Buruh khawatir kenaikan TDL akan memperburuk kondisi dunia usaha dan berimbas pada pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran. Rencana kenaikan Taruf Dasar Listrik (TDL) untuk sektor industri sejak 1 Mei 2014 dikecam kalangan buruh. 

Kekhawatiran itu disampaikan Ketua SB Sejati Sumatera Utara Arsula Gultom dalam keterangan tertulis yang diterima di Medan, Kamis (1/5/2014).

Menurut Gultom, kenaikan TDL merupakan bukti pemerintah gagal dalam memanage sumber daya alam untuk bangsa ini.

Kalau saja Pemerintahan SBY mampu memanage sumber daya alam dengan baik dan lebih memprioritaskan pasokan gas dan batubara untuk PLN, maka TDL tidak perlu naik setiap tahun, ujarnya.

Menurutnya, kenaikan TDL akan berakibat buruk dan membuat sektor industri nasional menjadi tidak efisien.

Production cost akan semakin tinggi. Produk-produk dalam negeri akan terus kalah bersaing dengan produk luar negeri sehingga impor tetap merajalela. Selain itu harga produk yang dihasilkan akan meningkat dan akhirnya inflasi akan begerak naik, beber Gultom.

Dia memprediksi, kenaikan TDL akan membuat pengusaha nasional menjadi lebih berat lagi untuk bersaing. Akibat dari itu semua, pengusaha akan terpukul dan buruh akan menjadi korban lagi. Kenaikan TDL berpotensi mengancam eksistensi buruh dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi PHK besar-besaran.

Oleh karena itu, SB Sejati Sumut menolak dengan tegas rencana kenaikan TDL. Pemerintah harus peduli pada eksistensi industri nasional dan nasib buruh. Serikat buruh meminta Pemerintahan SBY menjamin ketersediaan sumber daya alam seperti gas dan batubara untuk PLN.

(Mt-01)

Tag:

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.