Berita Sumut

Kasus Penyelewengan Pajak, Sekda Sumut Jadi Saksi

Administrator
google
MEDAN - Matatelinga, Kedatangannya bukan sebagai terdakwa dalam kasus sengketa Sirkuit IMI, Jalan Pancing, Deli Serdang, akan tetapi menjadi saksi dalam penyelewengan pajak di Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhan Batu sebesar Rp2,4 miliar Tahun 2008, 2009 dan 2010.

Setelah dilantik menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekda Sumut), Hasban Ritonga untuk pertama kali datang ke pengadilan. Hasban menjadi saksi untuk terdakwa mantan Kadis Pendidikan Labuhan Batu Jaramen Ginting karena saat kasus tersebut terjadi, Hasban menjabat Sekda Labuhan Batu.

Dalam kesaksiannya, Hasban mengaku tidak tahu ada penyelewengan pajak di Dinas Pendidikan Labuhan Batu. Dirinya baru mengetahui setelah adanya temuan Inspektorat pada Agustus 2009.

"Saat mengetahui kejadian itu, saya baru dua bulan menjadi Sekda Labuhan Batu," ucap Hasban dihadapan Ketua Majelis Hakim Robert dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Haykal di Ruang Cakra 2 Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (15/1/2015).

Pada persidangan itu juga terungkap, penyelewengan pajak ini rupanya telah diketahui BPKP Sumut, empat bulan sebelumnya, tepatnya April 2009.

Begitu mengetahui kasus tersebut, Hasban langsung memanggil terdakwa yang waktu itu sudah menjabat Kadispora, Heriyanto Kadis Pendidikan Labuhan Batu yang menggantikan terdakwa, Erwin Siregar Kepala Inspektorat Labuhan Batu, dan Halomoan, Bendahara Pengeluaran Dinas Pendidikan Labuhan Batu (yang sudah dihukum 5 tahun penjara) dalam kasus ini.

Mendengar keterangan Hasban, Anggota Majelis Hakim Daniel Panjaitan, menanyakan apakah pemanggilan itu secara resmi atau tertulis.

Hasban pun menjawab memanggil melalui telepon dan keempatnya datang ke ruangan kerjanya.

"Dalam pertemuan itu, saya meminta agar tunggakan pajak tersebut segera dilunasi," ungkapnya.

Saat itu Halomoan mengaku tidak menyetor pajak sebesar Rp2 miliar lebih ke kas daerah. Halomoan juga menyatakan kesanggupannya untuk melunasi.

Meski pemanggilan tidak memakai surat akan tetapi ada notulen dalam pertemuan tersebut.

"Lalu kenapa anda tidak mempertegas kapan pelunasannya karena ini bisa menjadi masalah atau temuan hukum," tanya Daniel kembali.

"Kita yakin saja dengan apa yang diucapkan Halomoan yang siap membayar pajak yang tertunggak," jawab Hasban.

Namun saat itu apakah sudah diberitahu kepada Bupati HT Milwan, tanya Ketua Majelis Hakim Robert.

Hasban menjawab singkat, "Sudah, Pak Hakim".

Kalau sudah kenapa tidak ada desakan untuk membayar sehingga ini menjadi berlarut-larut? Hasban mengaku memegang pernyataan Halomoan yang akan membayar pajak yang tertunggak itu.

Sementara itu, Erwin Siregar, Kepala Inspektorat dalam kesaksiannya mengatakan tunggakan pajak tersebut itu menjadi temuan saat Inspektorat memeriksa laporan pertanggungjawab anggaran 2007 yang dipertanggungjawabkan pada 2008.

"Kita melihat ada pembayaran atau pemotongan pajak penghasilan. Memang Halomoan ada beberapa kali melakukan pencicilan, itu sekitar dua kali. Pertama Rp43 juta dan Rp29 juta di 2009," katanya.

Pada saat mendengarkan keterangan Erwin, terdakwa sedikit memprotes dan menuding saksi berbohong sebab pada saat pertemuan, baik dirinya maupun Halomoan tidak ada bicara.

"Saksi jangan bohonglah, tidak ada percakapan karena dia (Erwin) baru tahu pajak itu tidak dibayarkan,"ucapnya.

Meski suasana sedikit memanas, penasehat hukum terdakwa Suranta Tarigan menenangkan terdakwa. Kemudian terdakwa pun tenang.

"Saksi tolong jawab apa adanya sesuai fakta, karena keterangan saksi ini menyangkut masa depan diri terdakwa," ucapnya.

Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli.

Sementara itu, Suranta Tarigan menuturkan bahwa kliennya tidak pernah menerima atau menikmati hasil penyelewengan pajak tersebut.

"Dari saksi-saksi yang dihadirkan menyebutkan juga tidak ada kucuran uang yang diterima terdakwa," ucapnya sembari memohon majelis hakim mempertimbangkan ini dalam putusan nantinya.

(Mt/Bsc)

Tag:Terdakwa

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.