Berita Sumut

Gubsu dan Kodam I Tutup Pelatihan Ketahanan Pangan

Administrator
matatelinga.com
Gubernur H Gatot Pujo Nugroho bersama Pangdam I/BB
MEDAN - Matatelinga, Gubernur Sumatera Utara dan Kodam I BB menutup pelatihan kader ketahanan pangan dalam mendukung program swasembada pangan di wilayah Kodan I/BB tahun 2015 yang dilaksanakan selama 5 hari di UPT Benih Induk Padi Murni Tanjung Morawa, Jumat (16/1/2015).

"Ini bukti nyata peran TNI dalam memberhasilkan swasembada pangan di wilayah Kodan I/BB. Saudara-saudara telah mengikuti pelatihan baik praktek maupun teori dan ini diharapkan dapat menjadi bekal untuk bahan sosialisasi di lapangan bersama petugas penyuluh pertanian," ujar Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), H Gatot Pujo Nugroho didampingi Pangdam I/BB, Mayjen Winston Pardamean Simanjuntak dihadapan para kader pelatihan ketahanan pangan.

Gubsu juga berharap melalui pelatihan ini juga dapat meningkatkan keterampilan serta kemampuan prajurit TNI AD Kodam I/BB untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi pertanian yang ada saat ini. Dengan demikian, kata Gatot, maka teknologi itu bisa disampaikan dan dimanfaatkan dalam pembinaan dan pendampingan di lapangan.

Menurut Gubsu, pelatihan kader ketahanan pangan ini merupakan awal yang baik untuk terlaksananya swasembada pangan. Gatot mengharapkan kerjasama seperti ini bisa terus terjalin. Apalagi, ucapnya, kebutuhan beras terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. "Kita harus terus membuat terobosan-terobosan serta meningkatkan koordinasi lintas instansi," ucapnya.

Pada 2015, lanjut Gubsu, pemerintah telah menggulirkan anggaran refocussing yang memprioritaskan kepada kegiatan rehabilitas jaringan irigasi, optimasi lahan dan pengembangan mekanisasi pertanian yang bertujuan untuk peningkatan luas tanam dan produktivitas tanaman pangan.

"Saya berharap kepada Bapak Panglima Kodam I/BB untuk optimalisasi lahan, TNI dapat memanfaatkan lahan-lahan tidur khususnya yang berada di wilayah kodam dan kodim. Dengan begini maka fungsi lahan dapat ditingkatkan termasuk perlindungan lahan pertanian. Jadi kedepan jangan ada lagi lahan pertanian yang tidur atau tidak dimanfaatkan," jelasnya.

Sementara itu Pangdam I/BB, Mayjen Winston Pardamean Simanjuntak mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk mendukung optimlisasi ketahanan pangan daerah. Untuk diketahui, katanya, contoh riil adalah keberhasilan swasembada pangan di Provinsi Sulawesi di tahun 2014 dengan surplus pangan 2 juta ton. Ini, katanya, merupakan wujud nyata yang dapat dikembangkan di seluruh tanah air. Produksi padi di daerah itu dapat menyuplai untuk 21 propinsi di Indonesia.

"Untuk kerberhasilan Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat sudah surplus ditahun 2014. Masing-masing lebih dari 1 juta ton. Namun Riau dan Kepulauan Riau masih minus, masih disubsidi dari Sumatera dan Padang," katanya.

Winston berharap kepada para peserta pelatihan sekembalinya ke kesatuan untuk menjadi penyuluh agar menstansfer ilmunya dan membantu dinas pertanian di kelompok tani. Ilmu dan wawasan yang diperoleh seperti olah produksi pertanin, peternakan bisa ditransfer sesuai dengan referensi yang ada.

"Pada tahun 2015 kita bertekad menjadi tahun kerja keras peyuluhan pertanian dan tahun kebangkitan pertanian dengan harapan, para babinsa mampu memberikan inpirasi dan motivasi, serta bermanfaat sebesar-besarnya mewujudkan Indonesia sejahtera," harapnya.


(Mt)

Tag:Pemprovsu

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.