Berita Sumut

Curi Ikan di Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia, WN Thailand Dituntut Denda Rp 200 Juta

Faeza
mtc/fae
Seorang warga negara (WN) Thailand yang menjadi terdakwa dalam perkara pencurian ikan dituntut denda Rp 200 juta, Rabu (3/1/2018) . Terdakwa bernama Kitiphob Chiangso dinilai bersalah mencuri ikan seberat 1.115 kilogram di perairan Zona Ekonomi Ekslusif (
MATATELINGA, Medan: Seorang warga negara (WN) Thailand yang menjadi terdakwa dalam perkara pencurian ikan dituntut denda Rp 200 juta, Rabu (3/1/2018) . Terdakwa bernama Kitiphob Chiangso dinilai bersalah mencuri ikan seberat 1.115 kilogram di perairan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia.

Tuntutan itu dibacakan oleh JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Belawan, Ruji Wibowo. Dalam nota tuntutannya, Ruzi mengatakan jika terdakwa tidak mampu membayar denda tersebut diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan.

"Terdakwa dikenakan Pasal 92 Undang-undang Nomor 31 tahun 2004, Pasal 93 dan Pasal 85 Undang-undang Nomor 45 tahun 2009 tentang perikanan. Seluruh pasal tersebut jo Pasal 102," kata Ruji di Ruang Cakra III, Pengadilan Tindak Pidana Perikanan pada Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Sementara barang bukti berupa satu unit kapal disita oleh negara. Sedangkan ikan seberat 1.115 kilogram yang berada di atas kapal turut disita dan kemudian dilelang.

"Kapal saat ini berada di Belawan, nanti setelah inkrah akan dimusnahkan. Untuk ikan sudah dilelang seharga Rp 1 juta lebih dan uangnya telah disetorkan ke negara," sebut jaksa usai persidangan.

Penangkapan terdakwa terjadi pada 12 Oktober 2017 lalu oleh petugas Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yang sedang patroli dengan menggunakan kapal KP. TAKA 3010. Saat itu petugas mendeteksi keberadaan KM PPF 729 GT 51,04 tanpa bendera, yang dinahkodai Kitiphob Chiangsi tengah berada di Perairan ZEE Indonesia atau tepatnya diSelat Malaka pada koordinat 040 20' 00" U 990 07' 00" T dan melakukan penangkapan ikan.

Kemudian petugas melakukan pengejaran terhadap kapal tersebut hingga akhirnya berhasil memberhentikannya. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan dan ditemukan terdakwa bersama tiga orang Anak Buah Kapal (ABK) yang juga merupakan WN Thailand.

Selain itu, kapal tersebut tidak memiliki dokumen dari Pemerintah Indonesia berupa Surat Perintah Berlayar (SPB), sehingga tidak memiliki izin untuk beraktifitas di perairan Indonesia. (mtc/fae)

Penulis
: Faeza
Editor
: Faeza
Tag:Kejari BelawanPN MedanWNAZEEilegal fishingpencurian ikan

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.