Berita Sumut

Cabuli Anak Tuna Runggu, Supir Angkot Diciduk Polisi

Administrator
Matatelinga - Medan, Unit perlindungan perempuan dan anak (UPPA) Satuan Reskrim Polresta Medan, mengamankan seorang pelaku pencabulan anak dibawah umur, Senin (28/04/2014), dikawasan Terminal Amplas Medan.

Informasi yang dihimpun di Mapolresta Medan, Selasa (29/04/2014) sore. Tersangka MS (42) warga Jalan Makmur Gang Sigabanding Kelurahan Sitamiang Baru Padang Sidempuan yang tinggal di kawasan terminal amplas diamankan petugas karena diduga mencabuli LA (14) seorang anak Tuna Runggu warga Medan Amplas di kawasan Terminal Amplas Medan.

Aksi pencabulan tersangka ini berawal saat korban permisi kepada orang tuanya untuk pergi ke toliet terminal. Namun setelah lama ditunggu korban tak kunjung kembali. Selanjutnya, Didi (49) yang merupakan ayah korban lalu mencari disekeliling terminal.

Saat mencari korban, Didi bertemu dengan Agus Gunawan Manalu (25) seorang Supir Angkutan Kota dikawasan Terminal Amplas. Saat itu Agus menceritakan kalau dirinya memergoki tersangka MS bersama LA berada di loket Damri di Lantai II bangunan terminal Amplas. Namun karena Agus tidak bisa memastikan apa yang dilakukan tersangka terhadap korban, Agus hanya menahan KTP tersangka dan menyuruh korban pulang.

Merasa anaknya telah menjadi korban pencabulan, Didi lalu meminta tetangganya bernama Rukiah untuk menanyai korban yang tuna runggu. Akhirnya setelah didesak dengan berbicara secara isyarat, akhirnya korban mengaku telah dicabuli oleh MS. 

Mengetahui hal tersebut, Didi lalu melaporkan kasus ini ke Mapolresta Medan. Petugas yang mendapat laporan langsung melakukan pemeriksaan dengan membawa korban untuk menjalani visum. Berdasarkan hasil visum didapati bahwa korban telah mengalami pencabulan. Selanjutnya petugas langsung meringkus tersangka di kawasan Terminal Amplas.

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Jean Calvijn Simanjuntak didampingi Kanit UPPA AKP Parulian Lubis menjelaskan, tersangka saat ini masih menjalani pemeriksaan atas dugaan pencabulan yang dilakukannya terhadap bocah tuna runggu yang masih berusia dibawah umur.

"Tersangka saat ini masih kita periksa, karena hingga saat ini dia tidak mengaku telah mencabuli korbannya," ujarnya.

Dijelaskan Parulian Lubis, berdasarkan hasil pemeriksaan korban mengaku telah dicabuli tersangka dan hasil visum ditemukan kerusakan dikemaluan korban.

"Hasil Visum diketahui kalau ada kerusakan," jelasnya.

Sementara itu, tersangka MS membantah telah mencabuli korban. Menurutnya dia menolong korban saat akan terjatuh didekat loket Damri di lantai II Terminal.

"Aku cuma menolong dia karena mau terjatuh," ujarnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 81 Subs 82 UURI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 Tahun penjara. 

(Dony/Mt-01n)

Tag:Matatelinga

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.